Marco menjadi tersangka kasus penganiayaan dan pemerkosaan terhadap korban IR (16). Korban melaporkan bek kelahiran 04 Desember 1994 itu telah memperkosanya di salah satu hotel kawasan Komplek Ilir Barat I Palembang.
Sekretaris Umum Sriwijaya FC Achmad Haris mengatakan kasus yang menimpa Marco masih dalam pengawasan manajemen klub. Bahkan Achmad memastikan Marco sudah kembali menjalani latihan bersama skuat Sriwijaya FC pagi tadi. Kepolisian Resor Kota Palembang sebelumnya menyatakan status Marco sudah menjadi tersangka.
"Tadi anak itu [Marco] ikut latihan. Kejelasannya masih kami dalami. Yang pasti dia sekarang ada di wisma dan tadi ikut latihan," kata Achmad kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/7) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marco Sandy (kiri) sudah menjelaskan masalah ke manajemen Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) |
Lebih lanjut, Achmad mengatakan sanksi untuk Marco jika tuduhan pemerkosaan terbukti kebenarannya bisa bermacam-macam. Sanksi tersebut antara lain sanksi pembinaan hingga sanksi pemecatan.
Achmad pun mengaku sudah berkomunikasi dengan Marco dan mendapat penjelasan darinya. Manajemen Sriwijaya FC, dikatakan Achmad, berjanji akan mengungkapkan perkembangan dari kasus ini dalam satu atau dua hari mendatang.
"Ada semacam miskomunikasi saja, karena keduanya (Marco dan IR) sudah kenal dan pernah menjalani hubungan [pacaran]. Ini hanya miskomunikasi antara dua manusia," sambungnya.
Marco Sandy (kiri) sudah menjelaskan masalah ke manajemen Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)