Atlet yang kini duduk di bangku kelas dua SMA Negeri Olahraga Sidoarjo, Jawa Timur, ini mengaku tak masalah harus menanggalkan hijabnya saat berada di air dan tetap berhijab di darat.
Lihat juga:Timnas Indonesia Bangkit, Gasak Mongolia 7-0 |
Adinda yang merupakan perenang spesialis gaya kupu-kupu ini mengaku sempat mendapat cibiran lantaran dianggap tidak konsisten dalam berhijab. Namun, ia tidak mempermasalahkan hal itu dan tetap berlatih keras sampai akhirnya tembus ke pelatnas.
"Ada yang bilang, mending dilepas saja jilbabnya sekalian. Tapi saya diamkan saja. Kata orang tua saja juga biarkan saja," kata Adinda kepada CNNIndonesia.com saat penjemputan oleh perwakilan Kemenpora di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (21/7).
Adinda Larasati dari cabang renang (Kalung bunga) meraih sembilan medali emas di Asean School Games (ASG) 2017. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat peta kekuatan sekarang sebenarnya kami mentargetkan 10 medali emas. Ini jauh di luar ekspektasi kami pastinya," kata Akbar.
Lihat juga:Rapor Setengah Musim Valentino Rossi |
Lima emas lain datang dari cabor senam, butangkis, tenis dan boling. Atletik sendiri meleset jauh dari target sepuluh medali emas dan hanya meraih satu medali emas.
"Alhamdulillah adik-adik sudah berjuang seperti ini dan meraih runner-up, sudah luar biasa. Singapura saja yang tuan rumah dan menurunkan 250 atlet masih di bawah kita. Di pembinaan apapun akan kami kawal supaya tahun depan ASG lebih baik," kata Yuni. (har)
Adinda Larasati dari cabang renang (Kalung bunga) meraih sembilan medali emas di Asean School Games (ASG) 2017. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)