Menpora Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan BNN

Ahmad Bachrain , CNN Indonesia | Sabtu, 22/07/2017 08:30 WIB
Menpora Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan BNN Menpora RI Imam Nahrawi melantik para kader antinarkoba di Provinsi DIY, Jumat (21/7). (Dok. Kemenpora RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menpora RI Imam Nahrawi bersama Kepala Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso, menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penyelenggaraan program kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan, Jumat (21/7), dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.

Disusul pula penandatangan MoU Deputi Pemberdayaan Pemuda dengan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN mengenai pelaksanaan kegiatan pelatihan kader pemuda anti narkoba.

Turut hadir dalam acara ini, Staf Khusus Pemuda Zainul Munasichin, Duta Pemuda dan Anti Narkoba Gloria Natapraja Hamel, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Samsudin, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Sobri Effendy Surya, Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Mulyadi Adnan, Kepala Bagian Humas Agus Lesmana.

Sebelumnya di hari yang sama, Menpora bersama Budi Waseso, Sekretaris Daerah Yogyakarta mewakili Gubernur DIY Sulistyo memberikan pembekalan serta mengkukuhkan kader pemuda anti narkoba, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menpora berharap pemuda-pemuda Indonesia siap perangi narkoba.

Seperti dilansir dari situs Kemenpora RI, sebanyak 200 pemuda yang tersebar di lima Kabupaten yakni Gunung Kidul, Kulonprogo, Bantul dan Yogyakarta di DI Yogyakarta, sudah mendapatkan pelatihan anti narkoba selama dua hari. Jumat (21/22) lalu pun mereka dikukuhkan sebagai kader pemuda anti narkoba.

Menpora menyampaikan kuantitas pemuda Indonesia kurang lebih 60 juta orang yang menjadi sasaran dan target mafia narkotika dalam dan luar negeri. Ia melanjutkan, bahaya itu berisiko memutus mata rantai generasi hebat Indonesia.

"Kita menjadikan pelatihan Pemuda Anti Narkoba sebagai prioritas program sejak tahun anggaran 2016 dan 2017 dan tahun-tahun berikutnya," ujar Menpora di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (21/7) sore.

Pemerintah berharap kepada para Pemuda Anti Narkoba yang telah melalui proses pelatihan, diberikan pembekalan dan dikukuhkan untuk berani menyebarkan informasi tentang ancaman nyata narkotika.

"Kami berharap mereka berani mengatakan tidak kepada teman sebayanya untuk narkoba, serta harus merekrut masing- masing 25 orang pemuda di daerahnya sebagai bagian dari juru kampanye di tengah masyarakat," tutur menteri 44 tahun ini.

Yogyakarta lanjutnya, adalah kota pelajar salah satu pusat kota pendidikan. Untuk itu, pemerintah tidak ingin generasi yang cerdas dan bagus ini terputus karena menjadi korban narkoba.

"Semakin banyak orang yang secara tegas di lapangan berani melakukan perlawanan kepada pengedar narkoba, maka bangsa ini akan terselamatkan.”

“Kader Pemuda Anti Narkoba tahun 2016 sebanyak 35 ribu orang dan 2017 ini kami latih kurang lebih 25 ribu orang, di Yogya ini 200 pemuda dilatih dan masing-masing melakukan pelatihan 25 orang di daerahnya sehingga total di Yogya saja 5000 kader penggerak antinarkoba," urai Menpora.

Sementara itu, Kepala BNN Budi Waseso menyampaikan acara pembekalan dan pengukuhan pemuda anti narkoba ini adalah hal positif yang harus dikembangkan terus menerus.

"Ancaman narkoba di Indonesia sangat memprihatinkan dan sangat besar, data narkotika dari China menyebutkan sebesar 250 ton jenis sabu-sabu tahun 2016 masuk dan tidak pernah keluar dari Indonesia," ujar Buwas.

Narkotika bukan hanya peredaran gelap dan bisnis karena tujuan besarnya adalah menghancurkan bangsa Indonesia ke depan.

"Yogyakarta menjadi target utama para mafia narkotika untuk menghancurkan Indonesia karena Yogyakarta adalah sebagai kota pelajar Indonesia. Pembangunan negara apapun tidak akan berhasil apabila permasalahan narkoba ini gagal," tuturnya.

"Terima kasih kepada Menpora yang secara intensif dan konsisten memerangi narkoba. Maka dari itu, bukan suatu berlebihan jika Menpora memperoleh penghargaan dari BNN,

Ia pun mengimbau agar para pemuda penggiat narkoba di aktifkan dan didukung oleh kepala daerah di wilayahnya untuk dilakukan kegiatan nyata. “seluruh komponen bangsa harus melakukan upaya kegiatan nyata memerangi narkoba terutama pemudanya," tambahnya.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah dalam laporannya menyampaikan dalam rangka pembeedayaan pemuda agar turut berpartisipasi dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, Kemenpora menjadikan salah satu program prioritas tahun 2017.

Program utama itu antara lain melaksanakan kepelatihan kader inti pemuda anti narkoba di lima provinsi yakni DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Banten, dan Nusa Tenggara Barat.

"Pelatihan ini berlanjut di tingkat kabupaten/kota bagi 5000 orang pemuda masing-masing 1000 orang berasal dari 5 kabupaten/kota.”

“Dengan demikian, pemuda Provinsi DIY sebanyak 5200 orang menjadi kader pemuda anti narkoba melalui program prioritas pemuda," ujar Faisal.