Analisis

Koneksi Brasil Jadi Daya Tarik PSG bagi Neymar

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Selasa, 01/08/2017 12:36 WIB
Koneksi para pemain Brasil yang merumput di PSG diyakini jadi daya tarik Neymar memilih hengkang dari Barcelona ke Les Parisiens. Koneksi para pemain di Brasil diyakini jadi daya tarik PSG bagi Neymar. (AFP PHOTO / LLUIS GENE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paris Saint Germain (PSG) menjelma menjadi klub raksasa di Eropa dalam lima tahun terakhir. Diakuisisi Qatar Sports Investments (QSI) sejak 2012, Les Parisiens hingga kini bertabur banyak pemain bintang.

Bukan hanya terkenal dengan tim bertabur pemain bintang, sejumlah pemain Brasil jadi pesona tersendiri PSG. Koneksi para pemain Brasil itu pula diyakini sebagai salah satu daya tarik klub tersebut bagi Neymar.

Seperti diketahui, Neymar tinggal selangkah lagi merapat ke Parc des Princes. Pemain Brasil itu kabarnya diboyong dengan harga selangit €300 juta, sudah termasuk tanggungan pajak oleh PSG.

Tercatat ada empat pemain Brasil yang kini memperkuat PSG. Mereka adalah sang kapten, Thiago Silva, Marquinhos, Lucas Moura, dan terbaru Dani Alves.

Alves merapat ke PSG setelah musim lalu memperkuat Juventus. Jika Neymar resmi bergabung, ia akan menjadi pemain kelima yang melengkapi skuat PSG asal Negeri Samba tersebut.


Dani Alves direkrut PSG secara gratis dari Juventus musim ini.Dani Alves direkrut PSG secara gratis dari Juventus musim ini. (Reuters / Rafael Marchante)
PSG memang disebut-sebut sebagai surga bagi para pemain Brasil. Sempat dikabarkan, ekspatriat asal Brasil itu kerap mendapatkan keistimewaan, termasuk soal pajak gaji mereka yang ditanggung klub.

Kedekatan personal Neymar dengan para pemain macam Silva dan Alves, juga disinyalir menjadi magnet bagi Neymar ke PSG.

Terutama Alves, mantan pemain Timnas Brasil itu disebut kerap menjadi sahabat sekaligus mentor Neymar kala keduanya masih di Barcelona.

Ada pula yang menyebutkan, keinginan Neymar ke PSG karena pengaruh dari bek sayap yang dikenal eksentrik di dalam dan luar lapangan tersebut.

Meski demikian, Alves sempat membantah menjadi 'pembisik' Neymar agar dirinya hengkang dari Barca dan merapat ke PSG.
Bukan hanya berstatus bintang, Neymar juga menjadi perekat di Timnas Brasil. (Bukan hanya berstatus bintang, Neymar juga menjadi perekat di Timnas Brasil. (AFP PHOTO / VANDERLEI ALMEIDA)
“Saya berbicara dengan Neymar setiap hari, tapi tidak selalu soal sepak bola. Saya meminta dia tetap tenang, karena di masa seperti ini, jika Anda mendengar orang-orang, Anda bisa gila,” ujar Alves seperti dilansir Marca.

Secara terbuka, Alves juga mengakui pernah berada di balik suksesnya Barcelona mendatangkan Neymar dari Santos. Ia yang berhasil meyakinkan juniornya itu merapat ke Blaugrana.

Untuk keputusannya Neymar kali ini, Alves pun mengaku tak terlibat sama sekali.

“Saya tidak ikut campur dalam keputusan Neymar. Neymar adalah teman saya, tapi saya tidak mau mempengaruhi keputusannya. Ini adalah keputusan penting yang harus diambilnya,” ucap Alves.

“Saya hanya beritahu dia satu hal, yakni harus berani. Keputusan diambil oleh pemberani, seperti saya berani meninggalkan Barcelona dan Juventus. Dia harus membuat keputusan untuk terus berkembang,” sambungnya.

Meski begitu, kedekatan emosional di antara sesama pemain Brasil diyakini penting bagi Neymar untuk menentukan nyaman atau tidaknya ia memperkuat sebuah klub.

Faktor itu tak lain, dipercaya pula karena kehangatan di antara para pemain di timnas Brasil.

Intrik dan politik di dalam tim jarang terjadi, seperti halnya di antara para pemain timnas Argentina misalkan. Nilai-nilai kekeluargaan dan keakraban justru lebih dirasakan hangat di antara para pemain Brasil ketimbang Argentina.

Bagi para pemain Brasil, kecintaan terhadap sepak bola kerap berkombinasi dengan pengalam mereka dalam kehangatan hubungan persaudaraan di antara mereka.