Hal itu dijelaskan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria usai menghadiri Jumpa Suporter Sepak Bola Indonesia di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (3/8).
"Biar jelas, kita harus membiasakan diri bahwa sepak bola Indonesia bukan hanya milik suporter. Pertandingan sepak bola ini juga milik umum, termasuk keluarga, sponsor, bukan hanya fans tuan rumah dan tim tamu," kata Tisha.
"Kami menjatuhkan sanksi buat fans Persib, kalau bukan fans Persib boleh. Tolong, jangan diakal-akali. Misalnya, tanggalkan sementara atribut Persib untuk satu hari dan masuk stadion," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tolong, saya meminta kedewasaan dan kebesaran hati fans. Ini bagian dari edukasi kita buat masyarakat," jelas Tisha.
Bobotoh dilarang hadir di lima laga akibat kisruh pada laga Persib versus Persija. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra) |
"Pasti (ada hukuman lagi). Saya minta, sepak bola itu bukan kriminal, kalimatnya salah jangan diakali."
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pun mewanti-wanti panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persib agar melarang suporter hadir meski sudah membeli tiket.
"Kalau itu sudah jadi keputusan walaupun tiket dijual tetap saja gak boleh masuk," ujarnya.
Silang Pendapat
Sebelumnya, manajer Persib Umuh Muchtar punya pendapat yang berbeda. Ia hanya meminta Bobotoh untuk tidak mengenakan atribut dan dibolehkan menonton di stadion.
Lihat juga:Kemenpora Hormati Sikap Jakmania dan Bobotoh |
"Bobotoh untuk sementara tidak pakai atribut. Tapi masih bisa mendukung langsung di jalak (Stadion Si Jalak Harupat), besok (lawan PS TNI)," kata Umuh seperti dikutip situs resmi Persib.
Sanksi tanpa suporter berlaku sejak Persib melawat ke Perseru Serui, Sabtu (29/7). Selanjutnya, Maung Bandung akan menjamu PS TNI dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (5/8).
Bobotoh dilarang hadir di lima laga akibat kisruh pada laga Persib versus Persija. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)