Rafael Marquez Dituduh Terlibat Jaringan Narkoba

Agustiyanti , CNN Indonesia | Kamis, 10/08/2017 04:30 WIB
Rafael Marquez Dituduh Terlibat Jaringan Narkoba
Jakarta, CNN Indonesia -- Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada mantan pemain Barcelona, Rafael Marquez dan 22 orang lainnya karena dicurigai terkait dengan gembong narkoba.

Marquez, bersama dengan penyanyi Julion Alfrez dan sekitar 20 orang berkebangsaan meksiko lainnya dituduh memiliki keterkaitan finansial dengan Raul Flores Fernandez yang merupakan tersangka perdagangan narkoba, yang terkait dengan kartel Sinoloa dan geng Jalisco New Generation.

Departemen Keuangan AS menyebut, tindakan ini merupakan tindakan terbesar yang dilakukan oleh kantor pengawas aset luar negeri (The Office of Foreign Asset/OFAC) dalam memerangi jaringan kartel narkoba Meksiko. OFAC merupakan bagian dari Departemen Keuangan AS yang berfungsi mengatur dan memberikan sanksi berdasarkan kebijakan ekonomi dan perdagangan luar negeri AS dengan sasaran keamanan nasional terhadap tindakan terorisme, perdagangan narkotika internasional, keterlibatan senjata pemusnah masal, dan ancaman lainnya.

"Raul Flores Hernandez telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun karena posisi keuangannya mampu menutupi bahwa investasinya diperoleh dari hasil perdagangan obat-obatan terlarang," ujar Direktur OFAC, mengutip Reuters, Kamis (10/8).

Marquez, yang berasal dari negara Michoacan pernah bermain pada liga eropa untuk Barcelona dan Monaco, serta beberapa kali menjadi kapten tim nasional Meksiko, yang mewakili negaranya di empat turnamen sepak bola Piala Dunia.

Menurut dokumen di situs web Departemen Keuangan, Marquez terkait dengan organisasi Flores Hernandez melalui sebuah sekolah sepak bola yang disebut Escuela de Futbol Rafael Marquez, serta berbagai pakaian olah raga dan kesehatan lainnya.

Departemen Keuangan A.S. mengatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi pada 43 entitas yang terkait dengan kepemilikan Flores Hernandez, dari sektor termasuk olahraga, perhotelan dan pariwisata dan kesehatan.