Marquez nekat menyusul Andrea Dovizioso di tikungan terakhir GP Austria pekan lalu. Manuver Marquez itu mengandung risiko kecelakaan bagi kedua pebalap.
Lihat juga:Rossi: Standar Kepuasan dengan Zarco Berbeda |
Meski akhirnya gagal karena Dovizioso tetap mampu mempertahankan posisi pertama, Marquez menyatakan dirinya puas karena sudah berusaha keras hingga akhir balapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marc Marquez tak mau bermain aman dan berpuas diri ada di belakang Andrea Dovizioso. (Foto: AFP PHOTO / Jure Makovec) |
"Pada musim ini, saya hanya memiliki keunggulan lima poin pada paruh musim. Sedangkan di musim lalu, saya jarang ambil risiko karena jarak saya di klasemen terbilang besar," ucap Marquez kepada Speedweek.
Dengan hasil positif di dua seri yang digelar usai paruh musim, Marquez kini memiliki jarak 16 angka dari Dovizioso. Meski demikian, Marquez tak mau rileks dengan kondisi tersebut.
"Musim ini persaingan terbilang ketat. Bila seorang pebalap punya peluang untuk mendapatkan satu poin lebih banyak, maka ia harus berusaha mengambilnya."
"Hal itu yang akan jadi filosofi saya tahun ini hingga seri terakhir nanti," tutur juara dunia MotoGP 2013, 2014, dan 2016 ini.
Marc Marquez tak mau bermain aman dan berpuas diri ada di belakang Andrea Dovizioso. (Foto: AFP PHOTO / Jure Makovec)