Klaim itu dilontarkan manajer tim sepak takraw Indonesia Syafrizal Bachtiar kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/8).
"Ya, beberapa atlet dan pelatih dari Malaysia menyatakan juga tidak enak atas situasi yang terjadi dan mohon maaf atas permasalahan yang menimpa tim putri Indonesia," kata Syafrizal melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.
Lanjut Syafrizal, pengurus dan pelatih sepak takraw Malaysia menganggap bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia untuk cabor ini berjalan cukup baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebagai atlet Malaysia juga malu dengan kejadian tersebut, karena kami juga atlet dan kami tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu," ungkapnya meniru pernyataan atlet sepak takraw Malaysia.
Sebelumnya, tim regu putri Indonesia memilih mundur atau walkout dari pertandingan kedua di babak round robin cabor sepak takraw lantaran merasa dicurangi wasit dari Singapura Mohamed Radi saat melawan tuan rumah Malaysia, Minggu (20/8).
Atas kejadian itu, pelatih timnas sepak takraw Indonesia Arsy Syam juga terancam sanksi dari Federasi Sepak Takraw Dunia (ISTAF) karena dianggap meminta para atletnya untuk walkout.