Tontowi/Liliyana merebut gelar juara dunia 2017 usai menekuk unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dalam pertandingan tiga gim 15-21, 21-16, dan 21-15 di Emirates Arena, Glasgow, Minggu (27/8).
Gelar kali ini terbilang jadi catatan spesial bagi Tontowi/Liliyana. Pasangan ganda campuran Indonesia itu tercatat sebagai juara tertua di kejuaraan dunia BWF 2017 ini.
Hanya mereka yang sukses menyabet gelar juara dunia BWF dengan usia kepala tiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu berbeda dengan para juara dunia tahun ini di kategori lain. Mereka rata-rata berusia kepala dua.
Sebut saja pasangan ganda putra China, Liu Cheng/Zang Nan, yang sukses meraih juara dunia tahun ini. Mereka tercatat sebagai pasangan kedua tertua setelah Owi/Butet.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih juara dunia BWF 2017. (REUTERS/Russell Cheyne) |
Di kategori tunggal putra, juara dunia diraih oleh pebulutangkis asal Denmark, Viktor Axelsen. Ia meraih juara dunia edisi kali ini dalam usia 23 tahun.
Juara tunggal putri juga diraih pebulutangkis muda. Ia adalah Nozomi Okuhara yang baru berusia 22 tahun.
Yang menarik, pebulutangkis asal China, Chen Qingchen/Jia Yi-Fan, menjadi juara dunia termuda tahun ini. Chen/Jia masih berusia 20 tahun menyabet gelar juara BWF.
Lihat juga:Menpora: Atlet Harus Dihormati |
Chen/Jia mengalah ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di final.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih juara dunia BWF 2017. (REUTERS/Russell Cheyne)