Sepeda Tidak Datang, Ketua ISSI Bakal Lapor Presiden

Titi Fajriyah , CNN Indonesia | Rabu, 30/08/2017 02:40 WIB
Sepeda Tidak Datang, Ketua ISSI Bakal Lapor Presiden Permasalahan ketiadaan alat menggelayuti tim balap sepeda Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari mengatakan dirinya akan melaporkan keterlambatan kedatangan sepeda untuk nomor track yang tertahan di bea cukai Indonesia kepada Presiden Joko Widodo.

Ketiadaan sepeda membuat atlet yang akan turun di nomor track SEA Games 2017 tidak mampu maksimal di perlombaan.

Rencananya pesepeda-pesepeda Indonesia berlomba menggunakan sepeda baru dengan teknologi tinggi yang lebih kuat, cepat dan responsif serta menggunakan bahan sesuai standar internasional.


Namun akhirnya atlet Indonesia menggunakan sepeda yang biasa dipakai untuk latihan karena sepeda baru yang kabarnya sudah dipesan Satlak Prima sejak April 2017 tidak kunjung datang.

"Apresiasi yang luar biasa kepada para atlet track kita, karena mereka baru pertama kali balap di track velodrome yang sesungguhnya. Bahkan sepedanya pun masih pakai sepeda sembarangan karena sepeda yang sebenarnya masih tertahan di bea cukai," kata Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

Ketua ISSI, Raja Sapta Oktohari, kecewa dengan tertahannya peralatan tim balap sepeda di bea cukai.Ketua ISSI, Raja Sapta Oktohari, kecewa dengan tertahannya peralatan tim balap sepeda di bea cukai. (Adhi Wicaksono)


Okto menyayangkan keterlambatan peralatan, ia berharap dukungan pemerintah untuk menyokong prestasi atlet-atlet Indonesia di pentas internasional.

"Harusnya regulasi bisa dikasih kelonggaran untuk perlengkapan atlet, terutama dalam mekanisme impor peralatan. Sedih rasanya melihat perjuangan dengan kemampuan atlet kita yang luar biasa tapi tidak setara dengan kelengkapannya dan ternyata tertahan di negeri sendiri," ujar Okto.

"Sepulangnya dari SEA Games saya akan minta waktu untuk bertemu dengan Presiden untuk melaporkan ini dan minta kemudahan untuk mekanisme impor barang atlet. Apalagi kita mau jadi tuan rumah Asian Games 2018," sambungnya.


Dengan keterbatasan yang ada, tim balap sepeda mampu memperbaiki raihan di SEA Games 2015 Singapura.

Total, balap sepeda sudah menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan empat perunggu di Malaysia. Emas berasal dari disiplin BMX putra dan putri, satu perak dari nomor tim sprint putri disiplin track dan empat perunggu dari tim sprint putri, individual sprint putri, nomor omnium putra dan tim time trial putra.