Satria tercatat dua kali dibobol oleh Thanabalan di dua ajang berbeda, yakni Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2017. Terlebih Thanabalan berasal dari rival bebuyutan Indonesia.
Berbekal memori pahit di Kualifikasi Piala Asia u-23, Satria sudah mewaspadai Thanabalan dan berupaya mengantisipasi ancaman-ancaman dari pemain bernomor punggung 12 di Timnas Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satria Tama sudah mewaspadai Thanabalan sebelum laga semifinal dimulai. (AFP PHOTO / MOHD RASFAN) |
Sayang, petaka terjadi di pengujung laga. Dari skema tendangan sudut, Thanabalan berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Garuda Muda.
"Ya kami kecolongan saja dan lengah. Waktu itu kan posisi kami sedang main babak terakhir. Fisik, psikis, mungkin sudah berkurang. Sewaktu (Malaysia) tendangan sudut, saya sudah atur agar pemain tanding satu lawan satu agar tidak ada yang lepas," jelas Satria.
"Malaysia tuh [tim] paling bahaya, saya sudah sudah wanti-wanti buat jaga satu per satu pemain Malaysia," tambahnya.
Di SEA Games 2017 Satria bergantian tampil dengan Kurniawan Kartika Ajie. Dari tujuh laga yang dilakoni Indonesia, Satria bermain empat kali, tiga kali sebagai pemain inti dan sekali sebagai pemain pengganti.
Satria Tama sudah mewaspadai Thanabalan sebelum laga semifinal dimulai. (AFP PHOTO / MOHD RASFAN)