Myanmar yang kali ini berstatus tuan rumah tentu akan mendapat dukungan publiknya di Stadion Thuwunna, Yangon, Selasa (5/9) malam. Ini bakal menjadi tekanan tersendiri bagi mental Egy Maulana dkk.
Akan tetapi, Egy mengaku tak gentar menghadapi tekanan tim tuan rumah. Ia mengaku sudah mengathui celah kelemahan The White Angels.
"Kami sudah siap melawan Myanmar. Persiapan kami panjang sejak Februari dan tak gentar melawan Myanmar meski berstatus tuan rumah," kata Egy dalam keteran pers yang diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Egy Maulana Vikri pernah dinobatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee di Turnamen Toulon 2017 di Perancis. (Screenshoot via Instagram @egymaulanavikri) |
Pemain sayap berusia 19 tahun itu berpeluang dimainkan sejak menit awal saat melawan Myanmar. Eksplosivitas pemain kelahiran Medan ini bisa menjadi tumpuan Indonesia untuk membongkar pertahanan lawan.
Laiknya pemain sayap modern, Egy juga punya naluri tinggi untuk mendulang gol. Ia juga bisa diplot sebagai second striker di lini depan Indonesia.
Egy kemungkinan akan membahu-membahu dengan Saddil Ramdani di sektor sayap. Agresivitas Egy dan Saddil yang baru selesai membela Timnas Indonesia U-22 akan menjadi momok bagi lini bertahan lawan.
Egy Maulana Vikri pernah dinobatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee di Turnamen Toulon 2017 di Perancis. (Screenshoot via Instagram @egymaulanavikri)