Piagam tersebut ia terima dalam peringatan Hari Olahraga Nasional di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (9/9) sore waktu setempat.
Lihat juga:GTPN Masuk Museum Rekor Indonesia |
"Piagam ini membuat saya menangis, luar biasa. Dari Maluku, saya punya perjuangan ketika melatih anak-anak di tengah kerusuhan, masuk timnas, hingga mereka bisa bantu keluarga. Itu (penghargaan) pertama kali, sejarah hidup," kata Sani kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abduh Lestaluhu salah satu pemain Timnas Indonesia yang berasal dari Tulehu. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) |
Sani berasal dari suatu desa di Ambon bernama Tulehu. Desa ini sebelumnya tidak banyak yang mengenal.
Rizky Pellu pemain Timnas Indonesia lainnya yang berasal dari Tulehu. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Keberhasilan Sani telah mengubah pandangan masyarakat setempat dalam melihat agama, suku, dan ras. Kisah hidupnya kemudian dituangkan ke dalam sebuh film karya Angga Dwimas Sasongko berjudul 'Cahaya dari Timur: Beta Maluku'.
Nama-nama Alvin Tuassalamony, Rizky Pellu, dan Hendra Adi Bayaow merupakan nama-nama terkenal yang merintis awal kariernya di Tulehu.
Sani berharap penghargaan yang ia terima dapat menjadi motivasi untuk pesepakbola muda.
"Sudah diatur dari yang diatas. Uang lama kelamaan jadi habis, barang bisa rusak, tapi motivasi untuk teman-teman dan adik-adik di lapangan itu luar biasa," ucap Sani. (ptr)
Abduh Lestaluhu salah satu pemain Timnas Indonesia yang berasal dari Tulehu. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Rizky Pellu pemain Timnas Indonesia lainnya yang berasal dari Tulehu. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)