Marquez sadar dirinya bertarung di markas lawan saat menjalani balapan GP San Marino. Selain karena seri tersebut adalah seri kandang bagi Ducati dan pebalap-pebalap Italia, hubungan buruk antara Marquez dengan Valentino Rossi membuatnya seolah jadi musuh utama.
Saat Marquez sukses jadi juara pun, ia justru menerima cemooh dari para penonton MotoGP yang ada di Misano. Bagi Marquez, hal itu merupakan sebuah kewajaran mengingat ia menggagalkan kemenangan Ducati hari itu. Namun Marquez tak bisa terima saat para penonton berteriak gembira ketika dirinya terjatuh di sesi pemanasan pagi hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marc Marquez kecewa karena dirinya mendapatkan sorakan saat jatuh di sesi pemanasan. (Foto: AFP PHOTO / Oli SCARFF) |
Bagi Marquez, rivalitas di dunia MotoGP antar pebalap dan pendukungnya adalah sebuah hal yang wajar. Namun para pendukung seharusnya juga tetap menaruh rasa hormat pada tiap pebalap yang berjuang di lintasan.
Marquez berharap para pendukungnya tak melakukan aksi serupa saat seri MotoGP berlangsung di Spanyol.
Marc Marquez berharap kepada para pendukungnya agar tidak menyoraki pebalap lain ketika ia tampil di kandang sendiri. (AFP PHOTO / Michal Cizek) |
“Saya harap di masa depan, para pendukung saya tak melakukan hal seperti ini pada pebalap lainnya karena rasa yang saya alami sangatlah tidak mengenakkan,” kata pebalap pemilik tiga titel juara dunia MotoGP ini.
Marc Marquez kecewa karena dirinya mendapatkan sorakan saat jatuh di sesi pemanasan. (Foto: AFP PHOTO / Oli SCARFF)
Marc Marquez berharap kepada para pendukungnya agar tidak menyoraki pebalap lain ketika ia tampil di kandang sendiri. (AFP PHOTO / Michal Cizek)