Hal itu diungkapkan Ratu Tisha usai rapat Exco lanjutan di Kantor PSSI, Grand Rubina, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/9) malam.
Lebih lanjut Tisha menambahkan, rapat Exco kali ini merupakan lanjutan pembahasan dari rapat dengan berbagai komite tetap di PSSI, pada Mei 2017 lalu.
Terkait tindak lanjut tersebut, sifatnya teknis, satu persatu dan lebih ke arah pembentukan unit-unit kerja membahas eksekusi penyelesaian sejumlah persoalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy Rahmayadi saat terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres PSSI di Jakarta pada 10 November 2016. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Ketiga, pembatasan mengenai area kompetisi, dari mulai evaluasi mengenai perangkat pertandingan, offisial khususnya di match commisioner, di perwasitan dan penerapan ke depannya.
Pembahasan soal kontrol kualitas penyelenggaraan kompetisi di berbagai level dan jenjang kebijakan pembinaan usia muda juga masuk jadi bahasan. Selanjutnya, hal itu akan dibahas lebih terperinci di bidang-bidang terkait.
Kongres Tahunan PSSI di bawah komando Edy Rahmayadi (kedua dari kiri) akan membahas dan mengesahkan sejumlah agenda. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Tisha menegaskan, rapat Exco tidak membahas hal teknis, termasuk terkait kinerja wasit asing atau pun trobosan wasit asing.
"Karena seperti PSSI sampaikan, penggunaan wasit asing, hanya menjadi bagian dari langkah panjang kita untuk pengembangan wasit dalam hal program pertukaran (wasit)."
"Tahun ini Indonesia yang mengimpor wasit, dan tahun depan kita kita mengekspor wasit kita. Jadi tadi dalam rapat Exco lebih membahas bagaimana langkah-langkah atau kebijakan untuk mencapai jangka panjang di 2018," tandasnya.
Edy Rahmayadi saat terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres PSSI di Jakarta pada 10 November 2016. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Kongres Tahunan PSSI di bawah komando Edy Rahmayadi (kedua dari kiri) akan membahas dan mengesahkan sejumlah agenda. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)