Sebelumnya, para peserta sempat diadang masuk oleh kepolisian karena dianggap tak memiliki izin acara. Lokasi seminar itu terletak di gedung LBH Jakarta, kawasan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.
Pantauan CNNIndonesia.com, tampak sejumlah perempuan memakai jilbab dan bercadar memegang spanduk penolakan seminar soal tragedi 1965 itu. Dalam spanduk itu tertulis ‘Jangan Korek Luka Lama Indonesia yang Buat Perang Saudara’.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu peserta aksi juga menyampaikan dalam orasinya bahwa komunis merupakan paham yang ingin mengubah dasar negara. “Ini adalah negara Pancasila dengan Ketuhahanan Yang Maha Esa. Komunisme ingin mengubah tanpa Ketuhanan,” kata peserta aksi tersebut.
“Peristiwa itu memang konflik politik dan ideologi yang faktanya memang berujung pada upaya makar dan pemberontakan politik. Hingga pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkannya,” demikian keterangan tersebut.
(asa)