Di laga pertama partai pamungkas yang berlangsung Minggu (17/9) di SK Handball Stadium, Seoul, Praveen/Debby mencundangi pasangan China, Wang Yilyu/Huang Dongping 21-17 dan 21-18.
Gelar di Korea Terbuka merupakan gelar di level Super Series yang kedua bagi Praveen/Debby, setelah All England 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praveen Jordan/Debby Susanto kembali raih gelar setelah absen dari podium juara sejak Maret 2016. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean) |
Praveen/Debby termotivasi oleh kegagalan demi kegagalan selama lebih dari satu tahun. (Dok. PBSI) |
“Dari awal saat tahu lawan Tiongkok, yang kami persiapkan itu siap capek dulu dan fokusnya harus konsisten dari awal sampai akhir,” tambah pemain kelahiran Bontang, Kalimantan Timur.
Praveen/Debby menjadi ganda campuran asal Indonesia pertama yang menjuarai Korea Terbuka sejak terakhir kali Nova Widianto/Liliyana Natsir menjadi kampiun di Korea Selatan pada 2006.
Praveen Jordan/Debby Susanto kembali raih gelar setelah absen dari podium juara sejak Maret 2016. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Praveen/Debby termotivasi oleh kegagalan demi kegagalan selama lebih dari satu tahun. (Dok. PBSI)