"Penyelidikan awal telah dilakukan oleh tim gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Kepolisian Sektor Tandes Surabaya," ujar Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Lily Djafar, dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, lima orang saksi yang telah diperiksa itu terdiri dari dua orang saksi anggota kepolisian yang pertama kali tiba di tempat kejadian perkara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi Bonek. Bentrokan Bonek dengan PSHT mengakibatkan dua pendekar tewas. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Bentrokan massa Bonek dengan sejumlah anggota PSHT terjadi saat kedua kubu berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya. Bentrokan pecah usai pertandingan laga kandang Persebaya melawan Persigo Semeru FC Lumajang pada Sabtu (30/9) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.
Aksi itu juga berujung pada pembakaran sebuah unit sepeda motor hingga dua orang menjadi korban meninggal dunia dari kubu PSHT.
Pihak Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan bentrokan maut Bonek vs pendekar. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) |
Menurut Lily, seketika usai kejadian polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Bukti-bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara telah kami kumpulkan sebagai bahan untuk melakukan penyelidikan," ujarnya.
Dua korban yang meninggal dunia, lanjut dia, juga telah diautopsi di RSUD dr Soetomo Surabaya. Jenazah juga telah dikembalikan ke pihak keluarganya untuk dikebumikan di daerah asalnya masing-masing sejak minggu malam.
"Sekarang kami masih menunggu hasil autopsi dari tim dokter RSUD dr Soetomo untuk pengembangan penyelidikan," ujarnya.
Ilustrasi Bonek. Bentrokan Bonek dengan PSHT mengakibatkan dua pendekar tewas. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Pihak Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan bentrokan maut Bonek vs pendekar. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)