Kamboja yang dalam tiga dekade terakhir sering kalah dengan skor besar dari Timnas Indonesia coba mengimbangi skuat Merah-Putih di laga ini. Namun pada akhirnya mereka tumbang 1-3 di akhir pertandingan.
Lihat juga:Lerby: Timnas Indonesia Nikmati Pertandingan |
"Kamboja mencoba untuk bermain baik, tetapi kami punya banyak masalah. Kami kehilangan konsentrasi. Kecepatan dan kekuatan yang ditunjukkan pemain kami memberi gambaran dan perbedaan yang jelas."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target Vitorino adalah melihat pemain muda Kamboja bermain dengan baik. Meski kalah, ia cukup bangga dengan usaha yang ditunjukkan pesepakbola mudanya.
Vitorino sangat kagum dengan kualitas pemain Indonesia. Ia merasa sedih ketika melihat salah satu pemain belakang yang ia tak sebutkan namanya, bermain tak sebaik Indoensia.
Kamboja kesulitan mengimbangi permainan Timnas Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Bek saya kakinya kram dan hanya mampu bermain selama 45 menit, jadi pekerjaan saya tak mudah. Dengan persiapan yang singkat, saya mendapat pemain timnas dengan seadanya aja. Level kami perlu berkembang," kata Vitorino.
Vitorino mengaku tak masalah pertandingan itu tak masuk ke kalender FIFA.
"Saya pikir karena kita meracik pertandingan ini di waktu yang singkat. Namun bagi kami ini pertandingan penting," ujar dia.
Sementara itu gelandang Kamboja In Sodavid mengatakan sudah bermain dengan baik. Sayangnya, pemain berusia 19 tahun tersebut kehilangan konsentrasi di babak kedua.
"Di babak kedua kami coba bangun kembali permainan sepak bola Kamboja, tapi hasilnya nihil," ujar Sodavid.
Kamboja kesulitan mengimbangi permainan Timnas Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)