Sebelumnya, 15 klub itu mengancam mundur dari kompetisi tersebut lewat pertemuan yang mereka adakan secara internal.
PT LIB mengaku menerima undangan klub-klub pada Senin (2/10) atau sehari sebelum pertemuan tersebut. Akan tetapi, PT LIB berhalangan hadir karena di hari yang sama ada pertemuan penting dengan pihak penyiaran kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Undangannya akan kami buat rencananya pekan ini, waktu dan tempat kami beritahu kemudian," kata CEO sekaligus Direktur Kompetisi PT LIB, Risha Adi Wijaya, kepada para awak media di The Parklane Hotel, Kamis (5/10) petang.
Sebanyak 15 klub, termasuk Arema FC, mengancam mundur dari Liga 1. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) |
"Kami coba menjadwal ulang pertemuan kedua. Akan tetapi hanya segelintir pula klub-klub yang mau menyanggupi datang. Sebelum surat pada 2 Oktober 2017 kemarin, kami sudah atur untuk ketiga kalinya mengundang klub-klub tersebut pekan depan," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan, mengaku kaget dengan aksi dari klub-klub tersebut. Ia juga mempertanyakan tentang tiga klub lainnya yakni Persib, Bali United, dan PS TNI yang tidak ikut-ikutan untuk mundur dari kompetisi Liga 1.
"Kok bisa begitu? Itu jadi pertanyaan," ujar Berlinton.
Persib Bandung tak ikut dalam 15 klub Liga 1 yang mengancam mundur, sementara Madura United ikut. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri) |
"Saya coba memahami sepak bola, ini bukan bidang saya. Tapi dalam mengelola perusahaan, kalau ada hal-hal yang dipertentangkan itu ada forum masing-masing. Kami tahu kompetisi berakhir November dan laporan akhir kompetisi akan kami jelaskan dalam rapat pemegang saham," tuturnya lagi.
Sebanyak 15 klub, termasuk Arema FC, mengancam mundur dari Liga 1. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Persib Bandung tak ikut dalam 15 klub Liga 1 yang mengancam mundur, sementara Madura United ikut. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)