"Kalau dicermati dari awal, kita rotasi pemain terus. Tidak ada pemain yang jaminan masuk starting eleven," ujar pelatih yang sukses mengantarkan Indonesia menjuarai turnamen Piala AFF U-18 tahun 2013.
Selama mendampingi Rachmat Irianto dan kawan-kawan, Indra memang selalu memberi kesempatan tampil kepada anak asuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia U-19 hampir selalu bermain dengan pemain inti yang berbeda di setiap laga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Dalam Piala AFF U-18 formasi 4-5-1 selalu menjadi pilihan dengan komposisi pemain yang berbeda. Begitu pula di laga uji tanding menghadapi Kamboja, awal Oktober lalu.
Rotasi pemain di tim Garuda Nusantara juga dirasakan oleh Egy Maulana Vikri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Egy bergantian dengan Witan Sulaiman, Febby Eka Putra serta Saddil Ramdhani. Sementara untuk gelandang tengah dan gelandang bertahan, Indra bergantian menurunkan Syahrian Abimanyu, Asnawi Mangkualam Bahar dan M Lutfi Kamal.
Indra Sjafri juga melakukan rotasi pemain ketika mengikuti turnamen internasional. (AFP PHOTO / Ye Aung THU) |
Posisi penyerang pun tidak lepas dari rotasi. Hanis Saghara dan Rafli Mursalim bergantian menjadi hulu ledak serangan.
Di bawah mistar gawang, cederanya M Riyandi membuat persaingan kiper utama kembali hangat. Aqil Savik, Gianluca mendapat saingan baru dalam laga uji tanding awal bulan Oktober ini dengan kedatangan Rakasurya Handika dan Adi Satrio.
Timnas Indonesia U-19 hampir selalu bermain dengan pemain inti yang berbeda di setiap laga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Rotasi pemain di tim Garuda Nusantara juga dirasakan oleh Egy Maulana Vikri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Indra Sjafri juga melakukan rotasi pemain ketika mengikuti turnamen internasional. (AFP PHOTO / Ye Aung THU)