Islandia, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2018

Jun Mahares, CNN Indonesia | Selasa, 10/10/2017 08:45 WIB
Islandia, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2018 Setelah sukses melaju ke perempat final Piala Eropa 2016, Islandia siap melanjutkan kisah mereka di Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO / Haraldur Gudjonsson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Islandia menjadi negara dengan populasi penduduk terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Skuat arahan Heimir Hallgrimsson berhak tampil di Rusia tahun depan usai mengalahkan Kosovo 2-0, Senin (9/10).

Dua gol yang dicetak Gylfi Sigurdsson and Johann Gudmundsson cukup untuk mengantar Islandia meraih tiga poin atas tim juru kunci Kosovo di Laugardalsvoellur.

Islandia mengunci puncak klasemen Grup I dengan koleksi 22 poin, unggul dua angka atas Kroasia yang finis sebagai runner-up.


Hordur Magnusson, Aron Gunnarson dan Gylfi Sigurdson (kiri-kanan) rayakan keberhasilan Islandia merebut tiket Piala Dunia untuk kali pertama.Hordur Magnusson, Aron Gunnarson dan Gylfi Sigurdson (kiri-kanan) rayakan keberhasilan Islandia merebut tiket Piala Dunia untuk kali pertama. (AFP PHOTO / Haraldur Gudjonsson)
Tim berjuluk Strákarnir okkar bisa melanjutkan cerita fantastis mereka di ajang internasional setelah sebelumnya mampu melaju ke babak perempat final Piala Eropa 2016.

Ini menjadi kali pertama bagi Islandia bisa tampil di gelaran Piala Dunia. Pencapaian luar biasa untuk negara yang hanya memiliki populasi sebanyak 330.000 jiwa.

Sejauh ini, Islandia tercatat sebagai negara terkecil dibandingkan 16 negara lainnya yang sudah mengantongi tiket lolos ke Piala Dunia.

Timnas Islandia kembali menarik perhatian setelah memastikan tampil di Piala Dunia 2018.Timnas Islandia kembali menarik perhatian setelah memastikan tampil di Piala Dunia 2018. (Reuters/Gerix)
Negara terkecil sebelumnya yang pernah mencapai putaran final adalah Trinidad and Tobago, pada 2006, dengan jumlah 1,3 juta penduduk.

Pelatih Islandia Heimir Hallgrimsson tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pria yang juga berprofesi sebagai dokter gigi paruh waktu itu tak bisa berkata banyak karena menahan rasa haru.

"Ini hal yang aneh. Saya benar-benar tak tahu harus berkata apa, pikiran saya melayang ke mana-mana," ujar Hallgrimsson.