Tentang Bill Shankly dan Sir Alex Ferguson

Jun Mahares , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 15:38 WIB
Tentang Bill Shankly dan Sir Alex Ferguson
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak lengkap rasanya menanti duel panas antara Liverpool versus Manchester United tanpa mengupas kisah dua 'bos besar' dari kedua tim: William ‘Bill’ Shankly dan Sir Alex Ferguson.

The Kopites tak akan pernah menghapus Shankly dari ingatan mereka. Begitu pula sebaliknya. Nama besar Sir Alex Ferguson bakal selalu melekat di benak pendukung MU.

Baik Shankly maupun Ferguson adalah sosok yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah Liverpool dan MU. Nama besar keduanya tak lekang zaman meski sepak bola terus melesat ke era industri di mana bisnis menjadi Dewa.

Shankly dan Fergie hidup di dua zaman yang berbeda. Tapi, dua pria asal Skotlandia ini layak disandingkan sebagai sosok yang sukses membangun kejayaan tim di eranya masing-masing.

Peletak Fondasi Kejayaan Liverpool
Bill Shankly selalu ada di hati pendukung Liverpool.Bill Shankly selalu ada di hati pendukung Liverpool. (REUTERS)
Shankly tiba di Liverpool yang tengah berada di lembah kelam. Hanya menjadi tim semenjana yang tampil di kasta kedua Liga Inggris pada Desember 1959.

Pria kelahiran East Ayshire, 2 September 1913, itu tidak langsung menyulap The Reds masuk ke era keemasan. Dia butuh waktu tiga tahun untuk membawa Liverpool kembali ke habitatnya, kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris.

Setelah semusim beradaptasi di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Liverpool seakan dibawa terbang ke angkasa dengan menjuarai liga pada musim 1963/1964.

Kejayaan Liverpool berlanjut di bawah kendali Shankly. Total 11 gelar bergengsi, termasuk 3 trofi Liga Inggris, 2 Piala FA, dan 1 piala UEFA (Liga Europa) berhasil dipersembahkan untuk Liverpudlian.

Namun, bukan karena raihan itu yang membuat patungnya berdiri tegak di Anfield. Shankly dianggap sebagai peletak fondasi kejayaan Liverpool hingga diwariskan kepada asistennya, Bob Paisley, yang kemudian sukses merengkuh tiga gelar Liga Champions.

Fergie Diselamatkan Class of 92
Sir Alex Ferguson merupakan manajer tersukses dalam sejarah Manchester United.Sir Alex Ferguson merupakan manajer tersukses dalam sejarah Manchester United. (AFP/IMAGE ELECTRONIQUE)
Tak jauh berbeda dengan Shankly, sosok Ferguson di Old Trafford juga dianggap seperti juru selamat. Kebangkitan Setan Merah diawali dengan kedatangan Fergie pada 1986.

Kualitas Fergie sebagai pelatih kaliber tak langsung terbukti ampuh di Manchester. Bahkan kualitasnya sempat diragukan dan nyaris dipecat pada musim 1989/90.

Musim tersebut menjadi titik terendah bagi karier Fergie di MU setelah empat musim nihil gelar. Namun, trofi Piala FA 1989/1990 menyelamatkan kariernya dari teror pemecatan.
Class of 92 menjadi andalan Sir Alex Ferguson ketika melatih Manchester United. Class of 92 menjadi andalan Sir Alex Ferguson ketika melatih Manchester United. (AFP PHOTO / LEON NEAL)
Terobosan Sir Alex dengan mempromosikan sekelompok pemain muda pada 1992 jadi titik balik kejayaan The Red Devils. Para pemuda yang akhirnya disebut ‘Class of 92’ itu menjadi ujung tombak masa keemasan MU.

Paul Scholes dan kawan-kawan berhasil mempersembahkan trofi Liga Inggris di musim 1992/93. Dari sekelompok 'anak ingusan' itu pula gelar Liga Champions 1998-99 mampu diraih.

Selama pengabdiannya di Manchester, Sir Alex berhasil mempersembahkan 38 gelar bergengsi termasuk 13 trofi Liga Primer, lima Piala FA, dan dua Liga Champions.

Pada era Fergie ini pula Manchester Merah berhasil menggusur dominasi Liverpool dalam urusan koleksi gelar Liga Inggris. MU kini tercatat sebagai klub paling banyak mengoleksi gelar liga (20 gelar), unggul dua trofi dari Liverpool.

Jika tolok ukurnya adalah prestasi, maka tak ada yang membantah Fergie sebagai manajer yang lebih hebat dari Shankly. Namun, Shankly diakui sebagai peletak dasar masa kejayaan Liverpool. Shankly sendiri wafat pada 1981, sementara Fergie pensiun menukangi MU pada 2013.

Kini, Liverpool yang sedang membangun kekuatan baru di tangan Juergen Klopp bakal berhadapan dengan MU yang dipimpin salah satu manajer terbaik dunia, Jose Mourinho. Dan, kedua tim akan bersua di Liga Primer di Anfield, Sabtu (14/10).
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Duel Merah di Anfield