PT LIB Tolak Bicara Kans Klub Indonesia di Turnamen Asia

Titi Fajriyah , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 20:18 WIB
PT LIB Tolak Bicara Kans Klub Indonesia di Turnamen Asia Klub-klub sepak bola Indonesia harus memiliki lisensi AFC untuk tampil di turnamen antarklub level Asia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lisensi AFC menjadi ganjalan bagi klub Indonesia yang akan berkompetisi di level Asia. Mayoritas peserta Liga 1 masih tanpa lisensi AFC, termasuk penghuni tiga besar yang kelak akan mewakili Indonesia di turnamen antarklub.

Chief Operating Officer (COO) PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy, menolak mengomentari peluang kesebelasan-kesebelasan Liga 1 mendapatkan lisensi AFC.


Tigor juga enggan memberi pernyataan mengenai kemungkinan wakil Indonesia tidak berlaga di Liga Champions Asia dan Piala AFC tahun depan lantaran belum memiliki lisensi AFC.

"Ya kita lihat saja hasil lisensi nanti," kata Tigor kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/10).

Beberapa peserta kesebelasan Liga 1 belum memiliki lisensi AFC.Beberapa peserta kesebelasan Liga 1 belum memiliki lisensi AFC. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
Proses verifikasi rencananya akan diumumkan PSSI pada akhir Oktober dan akan mendapat persetujuan AFC sebulan berselang.

Masalah keberadaan wakil Indonesia di turnamen antarklub di Asia musim depan juga dipengaruhi penghuni papan atas di Liga 1 saat ini yang mayoritas merupakan kesebelasan-kesebelasan baru, seperti Bhayangkara FC, Bali United dan Madura United.


Kesebelasan-kesebelasan tersebut pada awalnya disebut-sebut akan sulit mendapat lisensi AFC karena belum berusia dua tahun.

"Itu kasus yang terpisah. Nanti AFC yang akan memutuskan sendiri (status klub baru di tiga klub teratas klasemen saat ini) bisa atau tidak," ujarnya.

(nva)