Choirul Huda meninggal dunia setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, saat melawan Semen Padang pada lanjutan Liga 1 2017. Kapten tim Persela itu dibawa ke RSUD Dr Soegiri Lamongan setelah tidak sadarkan diri di pengujung babak pertama pertandingan melawan Semen Padang di GOR Surajaya, Lamongan.
Lihat juga:Kiper Persela Choirul Huda Meninggal Dunia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter RSUD Dr. Soegiri, Yudhistira Andri Anggito, mengungkapkan kronologi detik-detik meninggalnya Choirul Huda. (Ari Bowo Sucipto) |
Lihat juga:Choirul Huda, Kiper 'One Club Man' |
[Gambas:Instagram]
Yudistiro menambahkan, bantuan pompa jantung dan otak yang dilakukan tim dokter berlangsung selama satu jam. Namun, tetap tidak ada respons dari kiper 38 tahun itu.
"Tidak ada refleks tanda-tanda kehidupan normal. Kemudian kami menyatakan meninggal pada pukul 16.45. Kami sudah mati-matian untuk mengembalikan fungsi vital tubuh Choirul Huda."
"Di dalam tulang leher itu ada sumsum, tulang yang menghubungkan ke batang otak. Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan napas. Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti napas."
"Itu analisis awal kami, karena tim kami tak sempat melakukan scaning, karena mas Huda tidak layak transport dengan kondisi kritis seperti itu. Kami tidak bisa mengkondisikan untuk dibawa ke Radiologi. Kami lebih menangani kondisi awal," bebernya.
Dokter RSUD Dr. Soegiri, Yudhistira Andri Anggito, mengungkapkan kronologi detik-detik meninggalnya Choirul Huda. (Ari Bowo Sucipto)