Leicester Pecat Craig Shakespeare dari Posisi Manajer

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 23:04 WIB
Leicester Pecat Craig Shakespeare dari Posisi Manajer Leicester City resmi pecat Craig Shakespeare dari posisi manajer. (Reuters / Matthew Childs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Leicester City memutuskan untuk memecat Craig Shakespeare dari posisi manajer tim. Pemecatan itu dilakukan lantaran The Foxes terus terpuruk memasuki pekan kedelapan Liga Primer Inggris.

Dalam delapan kali bertanding, Leicester hanya mampu meraih sekali kemenangan atas Brighton & Hove Albion 2-0. Sisanya adalah empat kali kalah dan tiga kali imbang.

Pada laga pekan kedelapan, di Stadion King Power, Senin (16/10) malam waktu setempat, The Foxes ditahan imbang West Bromwich Albion 1-1.


Alhasil, Leicester kini barada di posisi zona degradasi atau peringkat ke-18 klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Leicester City masih terpuruk dan belum beranjak dari zona degradasi Liga Primer Inggris musim ini. (Leicester City masih terpuruk dan belum beranjak dari zona degradasi Liga Primer Inggris musim ini. (Reuters/Paul Childs)
Situasi terpuruk tim tersebut membuat Shakespeare akhirnya terempas dari jabatannya. Ia tercatat hanya empat bulan menangani Leicester sebelum akhirnya dipecat dewan direksi klub.

Shakespeare menggantikan posisi Claudio Ranieri di kursi manajer setelah pelatih asal Italia itu dipecat pada Februari 2017. Penggantinya itu pun sempat menandatangani kontrak kerja selama tiga tahun.

Craig Shakespear hanya empat bulan memanajeri Leicester City sebelum akhirnya dipecat. (Craig Shakespear hanya empat bulan memanajeri Leicester City sebelum akhirnya dipecat. (Reuters / Jason Cairnduff))
Pemecatan itu dilakukan setelah pertemuan antara Shakespeare, dewan direksi, dan pemilik klub pada Selasa (17/10) waktu setempat.

Pria 53 tahun itu kali pertama bergabung bersama Leicester pada 2011 sebagai asisten manajer Nigel Pearson. Ia dipertahankan sebagai asisten manajer saat Claudio Ranieri mengambil alih kursi manajer pada 2016.

Shaksespeare pun mengaku pasrah setelah pada laga pekan kedelapan ditahan imbang West Bromwich Albion 1-1. “Kenyataannya bahwa saya paham tak kunjung meraih kemenangan dalam empat pertandinan beruntun,” ucap Shakespeare.

“Dengan sejumlah liputan dari televisi dan radio, media sosial, dan komentar daring, normal jika ada keraguan dari empat pertandingan.”


BACA JUGA