Tontowi/Liliyana yang menjadi unggulan keempat bertemu rival lama Zhang Nan yang kini berpartner dengan Li Yinhui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpeluang merebut gelar kedua tahun ini. (Scanpix Denmark/Claus Fisker via REUTERS) |
"“Kami sering melihat ada miss komunikasi antaran Zhang dan Li, mungkin karena mereka masih belum terlalu lama berpasangan. Kami bisa memanfaatkan hal ini. Dengan bermain lebih tenang, kami bisa lebih jeli menempatkan shuttlecocok di tempat yang menjadi kelemahan mereka,” tambah Liliyana.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu tembus final kejuaraan level super series untuk kali pertama. (Dok. PBSI) |
Di awal gim kedua, terjadi persaingan sengit hingga akhirnya pasangan peringkat 39 dunia itu memastikan keunggulan 11-7 pada saat interval. Setelah itu satu demi satu poin berhasil mereka raih dan memastikan langkah ke final dengan kemenangan 21-10.
“Puji Tuhan hari ini kami bisa menerapkan strategi yang tepat, pelatih bilang, kami jangan buru-buru menyerang, tenang, kasih chop dulu, baru smash. Ini yang membuat pikiran kami lebih clear, nah lawan memang nggak enak kalau diajak main seperti ini. Ya sesederhana itu,” terang Greysia usai pertandingan.
Pada babak final Greysia/Apriyani akan menghadapi ganda putri Korea Selatan Lee So hee/Shin Seung Chan. (nva)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpeluang merebut gelar kedua tahun ini. (Scanpix Denmark/Claus Fisker via REUTERS)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu tembus final kejuaraan level super series untuk kali pertama. (Dok. PBSI)