Peran Egy Maulana yang sengaja disimpan Indra Sjafri di babak pertama, digantikan Resky Fandi. Namun, tim arahan Indra Sjafri tampaknya belum mempunyai pengganti Egy Maulana yang memiliki kemampuan selevel dengannya.
Tanpa kehadiran Egy Maulana di babak pertama, Timnas Indonesia tak mampu menciptakan satu gol pun ke gawang Timor Leste. Sentuhan-sentuhan permainan Garuda Nusantara di lini depan pun masih terasa 'hambar' tanpa ada variasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resky Fandi dimainkan sebagai starter Timnas Indonesia U-19 melawan Timor Leste. (Dok. PSSI) |
Keberanian menusuk lebih dalam, visi bermain, teknik dasar di atas rata-rata, dan naluri tajam mencetak gol, menjadi pembeda kualitas antara Egy Maulana dan Resky Fandi. Meski sudah cukup bagus, Resky memang belum bisa disetarakan kemampuannya dengan Egy Maulana.
Egy Maulana mencetak hattrick hanya dalam delapan menit ke gawang Timor Leste. (Dok. PSSI) |
Egy Maulana kemudian mencetak hattrick setelah Hanis Saghara menambah keunggulan Timnas Indonesia U-19 menjadi 2-0.
Egy Maulana termasuk penyerang serbabisa. Bukan hanya mampu menjelajah di sektor sayap pertahanan lawan, Egy Maulana juga memiliki kemampuan ciamik sebagai second striker.
Jika melihat skema yang biasa diterapkan Indra Sjafri, Egy Maulana memang lebih sering diposisikan sebagai second striker di belakang Muhamad Rafli Mursalim atau Hanis Saghara. Namun, peran tersebut sangat fleksibel.
Egy Maulana Vikri tipe penyerang serbabisa dalam beroperasi mendobrak pertahanan lawan. (Dok.PSSI) |
Indra Sjafri sendiri ketika ditanya CNNIndonesia.com mengenai siapa pelapis Egy Maulana dengan singkat mengatakan, "M. Iqbal, Witan Sulaeman."
Resky Fandi dimainkan sebagai starter Timnas Indonesia U-19 melawan Timor Leste. (Dok. PSSI)
Egy Maulana mencetak hattrick hanya dalam delapan menit ke gawang Timor Leste. (Dok. PSSI)
Egy Maulana Vikri tipe penyerang serbabisa dalam beroperasi mendobrak pertahanan lawan. (Dok.PSSI)