Skuat arahan Indra Sjafri yang menggila di dua laga sebelumnya, yakni menang 5-0 atas Brunei Darussalam dan Timor Leste, kini justru tak berkutik lawan Korsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Egy Maulana Vikri kesulitan untuk menembus area pertahanan Korea Selatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Lini belakang Korsel bahkan tak segan menjatuhkan Egy jika tengah menguasai bola. Ini dilakukan untuk memutus serangan Indonesia yang memang sejauh ini lebih dibebankan ke pundaknya.
Adapun barisan gelandang Indonesia yang dihuni M Luthfi Kamal, M Iqbal, dan Syahrian Abimanyu sejak menit awal, lebih banyak sibuk membantu pertahanan.
Ketiganya kesulitan mendistribusikan bola ke depan karena pressing ketat yang diperagakan Korsel. Alhasil, jarang sekali umpan matang yang bisa dialirkan ke lini depan Indonesia.
Permainan tergesa-gesa yang ditunjukkan para pemain belakang juga menjadi pembuka celah bagi barisan penyerang tim 'Setan Merah'. Ini membuat para pemain Korsel leluasa mengeksploitasi sektor sayap pertahanan Indonesia.
Selain mendominasi penguasaan bola sebanyak 56 persen, mental dan kolektivitas Taeguk Warriors junior juga tampak lebih menonjol dari anak-anak Indonesia.
Alhasil, kiper Muhammad Aqil Savik dipaksa memungut bola empat kali dari gawangnya akibat sepasang gol yang dicetak Um Wong-son dan masing-masing satu gol dari Oh Sehun dan Lee Jaeik.
Lini tengah Indonesia U-19 tak mampu mengalirkan bola dengan leluasa melawan Korea Selatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Statistik tersebut menunjukkan kualitas Indonesia saat ini masih berada di bawah Korsel. Namun, masih ada waktu bagi Indra Sjafri untuk membenahi kekurangan skuatnya hingga Oktober 2018.
Kekalahan telak dari Korsel ini menjadi pil pahit sekaligus alarm bahaya bagi pasukan Garuda Nusantara yang sebelumnya termakan euforia kemenangan atas tim gurem model Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Egy Maulana Vikri kesulitan untuk menembus area pertahanan Korea Selatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lini tengah Indonesia U-19 tak mampu mengalirkan bola dengan leluasa melawan Korea Selatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)