Eduard mengakui kekuatan Garuda Nusantara sangat kuat jika dibandingkan Timor Leste dan Brunei Darussalam. Akan tetapi, jika dibandingkan Korea Selatan dan Malaysia, Indonesia sangat lemah.
Salah satu kelemahan yang disoroti Eduard Tjong adalah organisasi pertahanan Garuda Nusantara yang sangat rapuh dari serangan-serangan tim lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ketika lawan Timor Leste (2/11), organisasi pemain belakang beberapa kali hampir ditembus. Itu gejala organisasi di belakang kurang komunikasi," katanya menambahkan.
Saddil Ramdani dan kawan-kawan bertekuk lutut 1-4 di hadapan Malaysia. (AFP PHOTO / KIM DOO-HO) |
"Irama permainannya sama, maunya bermain kencang terus. Terlalu terbuka dan sudah dipressing masih berani main pendek. Padahal kalau main normal, Indonesia punya kans," ucapnya melanjutkan.
Eduard Tjong menilai Timnas Indonesia U-19 terlalu memaksakan bermain menyerang lawan tim kuat seperti Korea Selatan. (AFP PHOTO / VISIONSTYLER PRESS / KIM DOO-HO) |
Lebih lanjut, Eduard juga menilai kualitas pemain dan cadangan bukan merupakan persoalan di Timnas Indonesia U-19 yang mesti dibenahi di masa mendatang.
“Makanya Indra ini hebat, dia bisa bikin pemain yang digantikan sama kualitasnya dan tak ada pengaruh. Hanya mungkin di Egy [Maulana Vikri]. Di tim ini Egy harus pintar supaya jangan bermain memaksa, serta tahu kapan harus main tim dan individu.” ujarnya lagi.
Lini pertahanan Timnas Indonesia U-19 dinilai kurang komunikasi. (AFP PHOTO / KIM DOO-HO) |
“Ada Australia, Thailand, dan sebagian negara Timur Tengah. Saya pikir Indra sudah punya evaluasi. Dan, saya lihat Indra masih mengeluhkan soal ego pemain. Memang benar, hal itu [ego] masih terlihat di lapangan,” tutur Eduard.
“Mental dan visi bermain harus banyak belajar juga. Kalau bertanding di Indonesia, paling tidak ada dukungan penonton yang bisa mengangkat mental para pemain,” tuturnya kembali. (bac)
Saddil Ramdani dan kawan-kawan bertekuk lutut 1-4 di hadapan Malaysia. (AFP PHOTO / KIM DOO-HO)
Eduard Tjong menilai Timnas Indonesia U-19 terlalu memaksakan bermain menyerang lawan tim kuat seperti Korea Selatan. (AFP PHOTO / VISIONSTYLER PRESS / KIM DOO-HO)
Lini pertahanan Timnas Indonesia U-19 dinilai kurang komunikasi. (AFP PHOTO / KIM DOO-HO)