Klub ini lahir dengan segala kontroversi dualisme Persebaya Surabaya pada 2010. Satu tim dengan nama Persebaya 1927 tampil di Liga Primer Indonesia, sementara Persebaya Surabaya bermain di Divisi Utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhayangkara FC sukses mengalahkan Madura United dengan skor 3-1. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri) |
Kompetisi ISL 2015 terhenti di tengah jalan karena dianggap tidak memenuhi syarat dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Ada dua klub yang dianggap tidak memenuhi aspek legalitas yang ditekankan BOPI, yakni Persebaya Surabaya dan Arema Cronus. PSSI pun memilih untuk menghentikan kompetisi di tengah jalan.
Pada tahun 2015, mereka tidak boleh mengikuti turnamen Piala Presiden 2015. Untuk mengakalinya, manajemen klub Persebaya Surabaya menambah kata United di belakang namanya sementara Arema Corinus beruah jadi Arema FC.
Persebaya Surabaya United ini pun sempat mengubah nama menjadi Bonek FC karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 di bawah kendali PT. Persebaya Indonesia.
Eksistensi Persebaya pun akhirnya tergerus seiring dengan lengsernya La Nyalla Mattalitti dari jabatan Ketua Umum PSSI.
Pada turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, mereka kembali mengubah nama dari Bonek FC menjadi Surabaya United. Itu karena Bonek mengecam pencatutan nama mereka menjadi sebuah klub.
Tak kehilangan akal, klub ini kemudian melakukan merger dengan tim PS Polri di Piala Bhayangkara 2016. Mereka mengubah namanya menjadi Bhayangkara FC demi mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.
Bhayangkara FC merupakan hasil merger antara Surabaya United dan PS Polri. (Dok. Bhayangkara FC) |
Klub ini kemudian berhak menjadi juara Liga 1 usai mengalahkan Madura United di pekan ke-33. Tiga poin tambahan pun akan membuat mereka memimpin klasemen dengan 68 poin.
Akan tetapi, prestasi yang kini diraih Bhayangkara juga tak lepas dari kontroversi. Mereka belum bisa dipastikan sebagai juara meski secara hitung-hitungan sudah tak terkalahkan dengan kontestan lainnya.
Komdis PSSI menegaskan gelar juara yang semestinya menjadi milik Bhayangkara bisa direvisi jika penambahan poin dari wasil WO lawan Mitra Kukar dibatalkan karena kelalaian PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Klub yang bermarkas di Stadion Patriot ini masih harus berhadapan dengan lawan berat, yaitu Persija Jakarta. Sementara Bali United bakal menjamu tim juru kunci, Gresik United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (12/11). (jun)
Bhayangkara FC sukses mengalahkan Madura United dengan skor 3-1. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Bhayangkara FC merupakan hasil merger antara Surabaya United dan PS Polri. (Dok. Bhayangkara FC)