Secara matematis, Bhayangkara layak menyandang gelar juara Liga 1 usai mengalahkan Madura United 3-1 pada Rabu (8/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi polemik, perolehan poin Bhayangkara mendapat 'tambahan' dari Komdis PSSI yang memutuskan Mitra Kukar kalah WO. Padahal laga tersebut berakhir imbang 1-1.
Putusan itu pun menimbulkan polemik di beberapa klub peserta selama sepekan terakhir. Namun kini, Haruna memilih untuk tidak ikut memperpanjang konflik tersebut.
"Kompetisi tak sampai seminggu lagi. Tinggal hitungan hari lagi. Kami mengikhlaskan Bhayangkara juara," kata Haruna dalam diskusi bertajuk Free Kick PSSI Pers, Jumat (10/11).
"Sudah selesai di sini, jangan diperpanjang. Yang tidak puas, lebih baik bersiap-siap untuk musim depan. Yang protes silakan ini jadi motivasi untuk kompetisi musim depan," ungkapnya.
"Saya mengeluarkan pernyataan yang katanya jadi viral soal kriminalisasi sepak bola, soal Liga Gojekan yang benar-benar keluar dari hati nurani tanpa rekayasa. Tapi ada yang memanfaatkan," ujarnya. (jun)