INASGOC Berharap Waktu Tempuh Wisma Atlet ke GBK Dipangkas

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Senin, 13/11/2017 00:30 WIB
INASGOC Berharap Waktu Tempuh Wisma Atlet ke GBK Dipangkas INASGOC berharap kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memangkas waktu tempuh dari wisma atlet ke GBK pada Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir, menargetkan agar waktu tempuh perjalanan dari wisma atlet Asian Games di Kemayoran, Jakarta Pusat, ke Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) bisa dipangkas menjadi maksimal 34 menit.

Percepatan waktu tempuh itu guna memfasilitasi atlet, ofisial, dan tamu penting lainnya yang akan terlibat dalam perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu.

Sebab dalam penyelenggaraan multi-event olahraga ini, perlu ada target menit perjalanan dari wisma atlet ke arena bertanding supaya rangkaian acara dapat berjalan tepat waktu.

"Yang menjadi persoalan, waktu tempuh dari athlete village (wisma atlet) ke GBK karena jarak tempuhnya itu maksimal di regulasi international multi-event itu enggak boleh lebih dari 34 menit.

“Ya, mungkin 40 menit masih ditoleransi. Tetapi, kalau sampai 1,5 jam, itu masalah,” kata Erick saat memberikan laporan singkat di hadapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan jajaran pejabat Pemprov DKI, Minggu (12/11).
INASGOC Harap Waktu Tempuh Kemayoran-GBK DipangkasProses penyelesaian pembangunan Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran. (Dok. Kementerian PUPR)
Untuk itu, Erick meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk membantu INASGOC mencapai target waktu tersebut. Salah satunya dengan koordinasi bersama Pemprov DKI tentang manajemen lalu lintas.

Erick pun meminta kemungkinan supaya para peserta Asian Games bisa menggunakan jalur bus Transjakarta untuk kecepatan mobilitas, serta rekayasa lalu lintas.

"Nah yang perlu kita antisipasi mengenai traffic management upaya kita harus mengantisipasi dari athlete village ke GBK. Mungkin nanti minta bantuan dari DKI, apakah jalur khususnya bisa yang dipakai melalui busway seperti di Brazil," kata Erick.

Ia juga meminta izin kepada Pemprov DKI, langsung kepada Sandiaga, akan menutup tiga jalur yang mengarah ke kompleks Gelora Bung Karno (GBK) selama perhelatan Asian Games 2018, yakni satu jalur khusus di Jalan Pintu Satu Senayan (depan Hotel Atlet Century Park), Jalan Sudirman (depan Senayan Golf Driving Range), dan depan Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Stadion Gelora Bung Karno Senayan bakal jadi venue utama Asian Games 2018. (Stadion Gelora Bung Karno Senayan bakal jadi venue utama Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Jadi traffic management di situ sangat kompleks karena akan ditutup sampai 3 minggu, tetapi yang menjadi krusial karena di luar itu Pak Presiden mengundang beberapa kepala negara," kata Erick.

Menanggapi paparan Erick, Sandi meminta agar INASGOC segera berkoordinasi dengan PT Transjakarta soal target waktu tempuh 34 menit.

Sandi juga mengingatkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah untuk segera merancang rekayasa lalu lintas

"Pak Andri, karena (jalan) akan ditutup, dipikirkan rekayasa traffic-nya supaya Asian Games ini sosialiasinya juga bagus ke masyarakat. Jangan masyarakat nanti nggak dapat sosialisasi soal penutupan jalan sehingga terdampak kemacetan," kata Sandi. (bac)