Dovizioso terlihat kesulitan masuk ke grup depan dan hanya tertahan di posisi kelima di belakang Lorenzo. Lorenzo seolah tak memberikan jalan bagi Dovizioso yang masih berpeluang dalam perburuan titel juara dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jorge Lorenzo gagal finis pada balapan MotoGP Valencia. (AFP PHOTO / JOSE JORDAN) |
"Saya sudah menganalisa situasi dan meyakini bahwa lebih baik untuk membiarkan Dovizioso berada di belakang sampai akhirnya kami bisa mencapai grup depan."
Jorge Lorenzo menyebut berada di depan Andrea Dovizioso adalah cara terbaik untuk membantunya mengejar grup depan. (AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU) |
"Di luar fakta bahwa saya menerima pesan yang menyarankan untuk membiarkan Dovizioso lewat, saya mengetahui yang terbaik untuk semuanya. Baik bagi saya, untuk Ducati, dan untuk Dovizioso yang ingin berjuang hingga akhir perlombaan," kata Lorenzo.
Ducati Pahami Keputusan Lorenzo
Direktur Olahraga Ducati, Pablo Ciabatti, mengakui pihaknya menyarankan Lorenzo untuk memberi jalan pada Dovizioso. Namun, Ciabatti juga tak kecewa dengan keputusan Lorenzo karena pebalap yang ada di lintasan adalah yang paling mengerti kondisi terbaik.
"Kami memberikan saran berdasarkan apa yang kami lihat dari pit, namun pebalap yang mengetahui kondisi lebih baik karena mereka juga bisa melihat pebalap lainnya."
"Dalam beberapa poin, mengikuti Lorenzo terbukti membantu Dovizioso untuk tampil lebih rileks," ucap Ciabatti.
Ciabatti lalu membeberkan diskusi timnya dengan Dovizioso dan Lorenzo usai balapan.
Lihat juga:Zarco Menghantui Marquez di MotoGP Valencia |
"Lorenzo menyatakan bila ia melihat Marquez bermasalah atau ketika mereka berhasil mencapai grup depan, maka ia akan membiarkan Dovizioso lewat. Strateginya adalah mengejar grup depan dan mencoba untuk mendapatkan posisi 1-2," tutur Ciabatti. (har)
Jorge Lorenzo gagal finis pada balapan MotoGP Valencia. (AFP PHOTO / JOSE JORDAN)
Jorge Lorenzo menyebut berada di depan Andrea Dovizioso adalah cara terbaik untuk membantunya mengejar grup depan. (AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU)