Bek Timnas U-19 yang baru dipromosikan ke Timnas U-23, Rifad Marasabessy, turut mengkampanyekan gerakan anti-suar. Ia berharap penonton bisa membuat suasana aman dan nyaman bagi siapapun yang datang ke stadion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rifad Marasabessy berharap suporter Timnas Indonesia U-23 tak membawa suar dan petasan. (AFP PHOTO/KIM DOO-HO) |
Dokter Timnas, Ifran Akhmad, menjelaskan, cerawat dan bom asap bisa menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO). Hal ini bisa mengganggu pernapasan para pemain.
"Saat kedua gas itu dominan di udara bebas, oksigen yang dibutuhkan pemain akan menjadi sangat berkurang. Sedangkan pesepakbola sendiri, dengan aktivitasnya yang sagat tinggi, membutuhkan lebih banyak asupan oksigen dibanding orang biasa," kata Ifran dikutip dari lama Facebook resmi PSSI.
Tribune stadion selalu padat jika Timnas Indonesia bermain. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dalam istilah medis disebut hipoksia yang akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan baru, seperti gejala pusing, lemas, mual, sampai muntah. Pemain bisa mudah kelelahan, menyebabkan keram otot dan konsentrasinya menurun," tambahnya.
Tak hanya mengganggu pernapasan pemain di lapangan, penggunaan petasan juga pernah memakan korban. Seorang suporter meninggal dunia karena terkena petasan usai laga uji coba Indonesia melawan Fiji pada September 2017.
Lihat juga:32 Negara yang Lolos Piala Dunia 2018 |
Laga kedua akan menampilkan Timnas Indonesia yang diperkuat pemain senior menghadapi Suriah U-23 pada Sabtu (18/11). Selanjutnya Timnas Indonesia akan berjumpa Guyana, Sabtu (25/11). (jun)
Rifad Marasabessy berharap suporter Timnas Indonesia U-23 tak membawa suar dan petasan. (AFP PHOTO/KIM DOO-HO)
Tribune stadion selalu padat jika Timnas Indonesia bermain. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)