Saat ini PP Perbasi masih mengumpulkan bukti untuk bisa menjatuhkan sanksi terhadap 13 nama tersebut. Sebelumnya, Perbasi menjatuhkan sanksi kepada delapan pemain dan satu ofisial klub Siliwangi Bandung yang terbukti melakukan pengaturan skor di kompetisi musim lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai antisipasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi musim depan, Danny sudah mendatangi beberapa klub IBL 2017 untuk memberikan arahan dan peringatan keras. Termasuk salah satunya ke Satria Muda Jakarta, Pelita Jaya Jakarta, Garuda Bandung dan Satya Wacana Salatiga.
Vinton Nolland (kiri) salah satu pemain yang dihukum Perbasi karena pengaturan skor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
“Anak saya itu pemain. Bandar itu urusan pemerintah. Saya tidak bisa cegah orang untuk berjudi. Saya juga tidak ada urusan dengan bandar, itu urusan pemerintah dan kepolisian. Tapi pemain itu urusan saya. Jadi saya bicara hanya dari sisi pemain dan tidak mau meluas,” ucap Danny.
Danny mengaku mengetahui kasus pengaturan skor pertandingan di IBL 2017 dari seorang pemain yang mengadu kepadanya sekitar satu-dua bulan setelah kompetisi IBL 2017 selesai. Pemain yang menjadi satu dari sembilan orang yang sudah disanksi itu merasa hidupnya tidak tenang karena dihantui rasa bersalah.
Kepala Bidang Hukum PP Perbasi George Fernando Dendeng saat ini menunggu kejujuran pemain lain yang secara jantan mau mengakui kesalahannya. Pengaturan skor ini disebut George melibatkan banyak pihak, termasuk pemain, ofisial bahkan pelatih.
“Yang saya bisa konfirmasi bandarnya itu orang Asia, itu yang nyogok,” ujar George. (har)
Vinton Nolland (kiri) salah satu pemain yang dihukum Perbasi karena pengaturan skor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)