Kevin/Marcus memulai pertandingan dengan agresif. Permainan cepat membuat Conrad-Petersen/Kolding kesulitan mengimbangi Kevin/Marcus.
Kevin/Marcus langsung unggul 9-2 dan berlanjut ke angka 11-5 saat interval gim pertama. Usai interval, Kevin/Marcus masih mampu mendominasi perolehan angka hingga akhirnya menang mudah 21-12.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil meredam permainan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. (Foto: Dok. Humas PBSI) |
Selepas interval gim kedua, Kevin/Marcus sukses merebut tiga poin beruntun untuk berbalik unggul 13-11. Ganda Denmark sempat menyamakan kedudukan jadi 13-13, tetapi Kevin/Marcus kembali unggul dua angka, 17-15.
Lihat juga:Lionel Messi Ingin Terus Berkostum Barcelona |
Pada kesempatan match point pertama, servis Kevin dinyatakan fault namun kemudian smash Kevin memastikan pertandingan berakhir dengan angka 21-18.
Ini adalah gelar super series/premier keenam bagi Kevin/Marcus setelah sebelumnya mereka jadi juara di All England, India, Malaysia, Jepang, dan China. (ptr)
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil meredam permainan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. (Foto: Dok. Humas PBSI)