Pertandingan PSIS lawan Martapura berlangsung seru sejak awal laga. Pada 45 pertama, empat gol tercipta dan duel di babak pertama berakhir imbang 2-2.
PSIS lebih dulu mencetak gol lewat Hari Nur Yulianto di menit keenam. Pemain bernomor punggung 22 itu dengan mudah menceploskan bola setelah memanfaatkan umpan Rifal Lastori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSIS Semarang dan Martapura FC berduel berebut satu tiket ke Liga 1 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Memasuki babak kedua, Martapura memberikan kejutan dengan gol cepat yang dicetak oleh Reza Saputra. Tertinggal 2-3, PSIS kembali meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Martapura. Saat pertandingan menginjak menit ke-58, PSIS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan jadi 3-3 lewat sundulan Hari Nur Yulianto.
Setelah kedudukan imbang 3-3, kedua tim bergantian melakukan serangan untuk mencari gol keempat di laga ini. PSIS mendapat peluang terbaik untuk mencetak gol keempat lewat Andrid Wibawa di menit ke-77. Andrid mendapat umpan terobosan dari Hari dan mendapat ruang tembak yang cukup terbuka. Namun tembakan Andrid melenceng dari sasaran.
Kegagalan PSIS mencetak gol harus dibayar mahal karena Martapura FC sukses mencetak gol memanfaatkan peluang yang mereka dapat di kesempatan berikutnya di menit ke-80. Pemain pengganti, Muhammad Aidil Bogel berhasil melepaskan tembakan keras menyambut umpan silang dari sisi kanan pertahanan PSIS.
Beberapa menit kemudian, Reza sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper PSIS tetapi ia gagal memperbesar keunggulan Martapura FC. Pertandingan berjalan makin dramatis karena bintang PSIS, Hari mencetak hattrick lewat sundulan kepalanya sekaligus membuat skor jadi 4-4 di menit ke-85. (ptr)
PSIS Semarang dan Martapura FC berduel berebut satu tiket ke Liga 1 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)