Menariknya, Demerson merupakan mantan pemain klub Serie A Brasil, Chapecoense.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demerson (kiri) kebetulan tak masuk skuat Chapecoense di final Copa Sudamericana. (REUTERS/Albeiro Lopera) |
"Itu masa tersulit dalam hidup saya. Tapi, saya yakin mereka sudah mendapatkan yang terbaik. Saya juga berterima kasih kepada semua orang yang sudah mendoakan kami. Saat ini saya mencoba hal baru dan akan memberikan yang terbaik untuk semuanya," Demerson menuturkan.
Di mata pemain kelahiran Belo Horizonte itu, Chape telah seperti keluarga baginya. Hal itu juga yang dirasakannya bersama Bali United. Mulai dari manajemen, pemain, suporter, dan semua pihak memberikan kenyamanan untuk pemain yang pernah berkostum Cruzeiro itu.
"Ketika kali pertama saya datang ke Bali, menyaksikan pertandingan melawan Sriwijaya FC. Saya takjub dengan suporter Bali United. Saya punya perasaan yang kuat dengan tim ini dan ingin mengukir sejarah di Bali United. Kami bisa melakukannya bersama-sama," Demerson menambahkan.
Sementara itu menurut pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, Demerson merupakan pemain yang sangat dibutuhkan timnya setelah tidak memperpanjang kontrak bek asal Belanda, Nick Van Der Velden.
Foto: AFP PHOTO / EVARISTO SADemerson (kiri) menjalin kontrak selama setahun di Bali United. |
"Durasi kontrak (Demerson) satu tahun. Saya sudah lihat video dan berkomunikasi dengannya. Saya sangat respek, bukan karena kualitas saja, tapi juga sikap respeknya yang sejalan dengan apa yang dibangun di Bali United," ucap Widodo.
"Banyak agen yang memberikan penawaran luar biasa. Tapi, Bali United menghidupi diri sendiri dari sponsor dan penjualan tiket. Selama 10 tahun di timnas dan di klub, menurut saya Bali United adalah tim terbaik. Dari segi manajemen dan profesionalismenya," ujarnya. (jun)
Demerson (kiri) kebetulan tak masuk skuat Chapecoense di final Copa Sudamericana. (REUTERS/Albeiro Lopera)
Foto: AFP PHOTO / EVARISTO SA