Pesan itu diungkapkan Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, usai melakukan pertemuan dengan perwakilan 40 cabor, BPK (Badan Pengawas Keuangan), Kementerian Keuangan, KONI dan KOI di Auditorium Kemenpora, Senin (4/12).
“Pertemuan itu tujuannya untuk memberikan pemahaman supaya cabor lebih jelas dalam penggunaan anggaran,” kata Gatot kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mereka harus paham birokrasi itu ada prosedurnya. Tapi, mereka juga tidak perlu pemahaman berlebih. Poinnya, kalau mereka itu dapat Rp100, itu yang harus mereka pertanggungjawabkan penggunaannya untuk apa. Uang masuk dan keluarnya jelas,” ucap Gatot.
“Mereka (cabor) tidak usah khawatir. Rencananya Kamis (7/12) atau Jumat (8/12), kami mau mengadakan bimtek (Bimbingan Teknik) masalah pengelolaan anggaran,” ujar Gatot.
Gatot memastikan hal-hal yang selama ini yang menjadi hak cabor akan diberikan sepenuhnya. Namun, mereka juga harus siap untuk melengkapi kodrat utuhnya mekanisme tersebut.
“Kami minta ke cabor untuk sebijak mungkin dalam penggunaan anggaran. Jangan sampai terjadi persoalan dan terjebak hukum ke depannya,” ucap Gatot. (har/bac)