Vinales: Musim 2017 Paling Menyedihkan

Putra Permata Tegar Idaman , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 13:59 WIB
Vinales: Musim 2017 Paling Menyedihkan Maverick Vinales mengaku kecewa dengan musim 2017. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales menyebut MotoGP 2017 merupakan musim yang paling menyedihkan bagi dirinya.

Meski Vinales meraih posisi tertinggi sepanjang kariernya, peringkat tiga, di akhir musim, Vinales justru menyebut musim ini paling menyakitkan.

Pasalnya, sejak pindah ke Yamaha, Vinales menjelma jadi pebalap favorit juara. Kualitasnya sebagai pebalap ditunjang oleh pabrikan yang kompetitif musim ini. Sayangnya, setelah tampil hebat di awal musim, Vinales tak bisa bersaing di paruh kedua musim.

"Dalam pandangan saya, ini adalah musim paling menderita sepanjang karier."

"Saya memulai musim di posisi teratas dan saya yakin bahwa sulit bagi pebalap lain untuk mengalahkan saya. Saya merasa sangat kuat," kata Vinales seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.
Maverick Vinales tak bisa bersaing di paruh akhir musim.Maverick Vinales tak bisa bersaing di paruh akhir musim. (Foto: CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Vinales mengakui performa Yamaha terus menurun seiring musim berjalan. Akhirnya, Vinales benar-benar tak mampu mengimbangi Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di beberapa seri terakhir.

"Untuk tahun depan, kami harus bisa mempertahankan harapan untuk jadi juara hingga seri terakhir. Jadi kami harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik di pramusim ini," ucap Vinales.

Vinales mengaku dirinya tak terkejut dengan fakta bahwa Dovizioso justru mampu jadi lawan terakhir bagi Marquez musim ini.

"Saya tak terkejut dengan level performa yang ditunjukkan oleh Ducati. Mereka sudah terlihat kompetitif di beberapa seri pada 2016. Setelah itu mereka menunjukkan hasil bagus pada tes jelang 2017."

"Saya justru terkejut dengan ketidakmampuan kami mempertahankan performa yang ada di awal musim. Kami berusaha untuk bangkit namun sayangnya kami tidak bisa 'membaca' kemampuan dan kondisi ban dengan baik," kata pebalap asal Spanyol tersebut. (ptr)