Bhayangkara FC Tak Begitu Minat Tampil di Kompetisi Asia

Jun Mahares , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 22:25 WIB
Bhayangkara FC Tak Begitu Minat Tampil di Kompetisi Asia Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 2017, tetapi tidak tampil di kompetisi Asia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bhayangkara FC merupakan juara resmi kompetisi Liga 1 2017 lalu. Klub berjulukan The Guardian itu unggul head to head atas Bali United, setelah keduanya memiliki jumlah poin sama, 68.

Namun, justru Bali United yang dinyatakan sebagai wakil Indonesia ke turnamen level Asia musim depan. Klub berjuluk Serdadu Tridatu itu "mengambil" jatah Bhayangkara FC yang dianggap tidak lolos verifikasi lisensi klub AFC.

Ternyata, pihak Bhayangkara FC mengklaim, bahwa kegagalan ke Asia merupakan salah satu rencana mereka. Hal itu diungkapkan Manajer Bhayangkara FC Sumardji, dalam diskusi bertajuk "Refleksi Semusim Sepak Bola Indonesia" yang digelar Save Our Soccer, Kamis (7/12).

"Menjadi manajer Bhayangkara FC, punya prestasi tapi dihujat tidak ada habisnya. Kami tidak pernah bermimpi menjadi juara. Jadi, tidak terlalu mempersiapkan standar lisensi AFC," ujar Sumardji.

Dikukuhkannya Bhayangkara FC sebagai juara Liga 1 2017 memang tidak terlepas dari kontroversi. Bhayangkara FC menjadi kampiun setelah mendapatkan tambahan tiga poin, lantaran Mitra Kukar menggunakan pemain yang tidak sah, Mohamed Sissoko.
Sumardji (kedua dari kiri) mengakui, pihaknya memiliki beban berat setelah menjadi kampiun.Sumardji (kedua dari kiri) mengakui, pihaknya memiliki beban berat setelah menjadi kampiun. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Padahal, laga tersebut berakhir imbang 1-1. Keputusan itu sempat mendapat protes dari Mitra kukar dan Bali United.

Setelah itu, Bhayangkara FC mendapat banyak cibiran dari banyak pihak, terutama publik. Padahal, manajemen Bhayangkara FC sendiri tidak menyangka bisa menjadi juara.

"Kami hanya punya keinginan bermain bagus saja. Ketika jadi juara, hujatan yang didapat sangat berat. Tahu begini saya tidak mau jadi juara, karena bebannya sangat berat," Sumardji menegaskan.
Bali United (kanan) menjadi salah satu klub yang protes dengan tiga poin yang didapat Bhayangkara FC atas Mitra Kukar.Bali United (kanan) menjadi salah satu klub yang protes dengan tiga poin yang didapat Bhayangkara FC atas Mitra Kukar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sumardji menekankan, pihaknya hanya berusaha mengikuti aturan yang ada di Liga 1. Menurut dia, seharusnya semua pihak mendukung hal tersebut.

Bermain sesuai aturan itu juga yang disuarakan Pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan yang hadir dalam diskusi tersebut. Menurut dia, operator kompetisi (PT Liga Indonesia Baru) harus konsisten, termasuk mengenai masalah jadwal.

"Sampai seminggu sebelum mulai kompetisi kami belum tahu jdwal pasti. Kami akhirnya meraba-raba program untuk menyusun puncak performa. Tahun ini terulang. Regulasi yang berubah juga tidak nyaman bagi pelatih," ucap Iwan. (sry)


BACA JUGA