Penalti Rooney Batalkan Kemenangan Liverpool
Nova Arifianto | CNN Indonesia
Minggu, 10 Des 2017 23:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertandingan antara Liverpool dan Everton di Stadion Anfield, Minggu (10/12) berlangsung di bawah guyuran hujan salju.
Tekanan terus diberikan liverpool sejak menit-menit awal. Pemain Everton tidak diberikan kebebasan untuk membangun serangan. Hasilnya The Reds dominan menguasai bola, terlebih tim tamu tampak memilih memainkan direct ball dengan umpan-umpan jauh atau kerap hanya sekadar menyapu bola keluar daerah pertahanan.
Sadio Mane, Mohammed Salah, Alex Oxlade-Chamberlain, Dominic Solanke dan James Milner bergantian memiliki kesempatan untuk melepaskan tembakan ke arah gawang, namun blok-blok dari pemain Everton terbukti cukup kokoh untuk membentengi gawang Jordan Pickford dari kebobolan.
Menit ke-43 Mohamed Salah menjadi pembeda. Melewati penjagagan Cuco Martina dan Idrisa Gueye, Salah melepaskan tembakan melengkukng dari sisi kiri kotak penalti Everton.
Selain skor 1-0, penguasaan bola sekitar 70 persen juga menandai keunggulan Liverpool di paruh pertama laga.
Setelah penguasaan mutlak di babak pertama, Liverpool kembali melancarkan serangan-serangan berbahaya sejak menit pembuka di babak kedua.
Salah kembali memiliki peluang mencetak gol, tetapi bola yang disundul melebar dari sasaran. Tidak hanya Salah, tim tuan rumah terus mengepung pertahanan Everton. Seperti mengulang babak pertama, Liverpool masih amat dominan.
Kombinasi serangan melalui flank, half-space, dan tengah hanya sekadar menghasilkan peluang tanpa mengubah skor.
Menit ke-67 Klopp melakukan pergantian pemain, Salah keluar digantikan Roberto Firmino.
Serangan balik Everton pada menit ke-76 menghasilkan peluang emas. Wasit Craig Pawson menilai Dejan Lovren melakukan pelanggaran terhadap Dominic Calvert-Lewin yang berada di kotak penalti menyongsong umpan panjang Wayne Rooney.
Hukuman penalti diberikan dan Rooney yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Skor imbang 1-1.
Setelah gol Rooney, Everton mencoba lebih berani memainkan bola. Namun hanya sekali usaha serangan, pertandingan kembali menjadi milik tuan rumah yang memasukkan Philippe Coutinho dan mengistirahatkan Chamberlain.
Upaya Liverpool hingga laga usai tak juga menghasilkan gol. Tambahan satu poin dari Anfield tidak mengubah posisi Liverpool yang tetap berada di peringkat keempat dengan nilai 30. Sementara Everton yang berpoin 19 masuk ke zona 10 besar. (nva)
Tekanan terus diberikan liverpool sejak menit-menit awal. Pemain Everton tidak diberikan kebebasan untuk membangun serangan. Hasilnya The Reds dominan menguasai bola, terlebih tim tamu tampak memilih memainkan direct ball dengan umpan-umpan jauh atau kerap hanya sekadar menyapu bola keluar daerah pertahanan.
Bola yang dilepaskan Mohamed Salah tidak bisa dijangkau kiper Everton, Jordan Pickford. (Reuters/Lee Smith) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liverpool menguasai bola namun gagal mengeksekusi penyelesaian akhir dengan baik. (Reuters/Lee Smith) |
Salah kembali memiliki peluang mencetak gol, tetapi bola yang disundul melebar dari sasaran. Tidak hanya Salah, tim tuan rumah terus mengepung pertahanan Everton. Seperti mengulang babak pertama, Liverpool masih amat dominan.
Menit ke-67 Klopp melakukan pergantian pemain, Salah keluar digantikan Roberto Firmino.
Wayne Rooney membatalkan tiga poin bagi Liverpool berkat tendangan penalti. (Reuters/Lee Smith) |
Hukuman penalti diberikan dan Rooney yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Skor imbang 1-1.
Setelah gol Rooney, Everton mencoba lebih berani memainkan bola. Namun hanya sekali usaha serangan, pertandingan kembali menjadi milik tuan rumah yang memasukkan Philippe Coutinho dan mengistirahatkan Chamberlain.
Bola yang dilepaskan Mohamed Salah tidak bisa dijangkau kiper Everton, Jordan Pickford. (Reuters/Lee Smith)
Liverpool menguasai bola namun gagal mengeksekusi penyelesaian akhir dengan baik. (Reuters/Lee Smith)
Wayne Rooney membatalkan tiga poin bagi Liverpool berkat tendangan penalti. (Reuters/Lee Smith)