Menpora Imam Nahrawi membantah telah berkoordinasi dengan PSSI soal penurunan target di Asian Games 2018 dengan PSSI. Semula PSSI menargetkan untuk menembus semifinal, belakangan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyebut hanya sampai di posisi 10 besar pada konferensi pers di Makostrad, Selasa (12/12).
Ratu Tisha menyebut telah menggelar pertemuan dengan Kemenpora pada dua pekan lalu. Selain membahas persiapan timnas menuju Asian Games 2018, Tisha menyebut target Timnas Indonesia berubah dari empat besar menjadi 10 besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. Sepengetahuan Gatot, pihaknya tidak pernah menggelar koordinasi dengan PSSI terkait persiapan dan perubahan target Timnas Indonesia di Asian Games 2018.
Sesmenpora Gatot S. Dewabroto meminta PSSI tidak asal mengklaim institusi pernyataan Kemenpora. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
PSSI mengklaim telah berkoordinasi dengan Kemenpora terkait perubahan target Timnas Indonesia di Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
“PSSI tidak boleh klaim seperti itu. Kami ada institusi, ada penanggung jawab di deputi terkait. Kalau ketiganya tidak pernah dihubungi, lalu siapa yang mereka hubungi?” ucap Gatot.
Sementara soal target, Kemenpora sampai saat ini masih berpegang pada ucapkan Edy Rahmayadi, yakni menempati posisi empat besar Asia. Meskipun, dalam konteks Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) saat itu, maupun setelah dibubarkannya Prima, Kemenpora tidak muluk-muluk menyoal target.
“Tetapi kalau targetnya dari empat besar turun jadi 10 besar jadi tanda tanya juga buat kami. Kok turunnya jauh sekali. Apalagi Indonesia jadi tuan rumah. Setidaknya, kalau turun tidak ke-10 besar, minimal enam besar,” Gatot menambahkan. (sry/jun)
Sesmenpora Gatot S. Dewabroto meminta PSSI tidak asal mengklaim institusi pernyataan Kemenpora. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
PSSI mengklaim telah berkoordinasi dengan Kemenpora terkait perubahan target Timnas Indonesia di Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)