Laga bertajuk El Clasico itu tak hanya menghadirkan pertarungan dua raksasa sepak bola Spanyol, namun juga banyak menghadirkan drama. Salah satu yang disorot adalah terkait gengsi laga itu dengan isu kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.
Pengamat politik dari Spanyol, Pablo Simon kepada AFP mengatakan, duel El Clasico itu bisa membuat tensi sentimen Catalonia kembali tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona kerap menjadi media pertarungan identitas politik Catalonia dan Spanyol. (Reuters / Albert Gea) |
Lihat juga:PSG 'Kurung' Neymar dari Kejaran Real Madrid |
Perbedaan itu yang bisa dilihat nyata pada dua markas klub rival tersebut di Stadion Camp Nou dan Santiago Bernabeu secara pemandangan dan atmosfernya.
Di Bernabeu, berjajar bendera Spanyol pada setiap sudut stadion tersebut. Ada pula lagu 'Hidup Spanyol' yang dikumandangkan pada 1 Oktober selama berjam-jam setelah kerusuhan pada demonstrasi tuntutan kemerdekaan Catalonia.
Para fan Barcelona tentu akan bersatu padu mendukung Andres Iniesta dan kawan-kawan untuk memenangkan laga sebagai bagian dari bentuk perlawanan Catalonia di ajang olahraga.
Laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona kerap menghadirkan drama di atas lapangan. (REUTERS/Albert Gea ) |
Tuntutan kemerdekaan Catalonia dari Spanyol meningkat pada September lalu dan berujung pada inisiatif orang-orang Catalan membuat referendum sendiri. Namun, hasil lebih dari 80 persen mendukung kemerdekaan Catalonia tidak diakui pemerintah Spanyol.
Lihat juga:PSG Ejek Real Madrid dan Barcelona |
El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona kerap menjadi media pertarungan identitas politik Catalonia dan Spanyol. (Reuters / Albert Gea)
Laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona kerap menghadirkan drama di atas lapangan. (REUTERS/Albert Gea )