Indonesia bisa mencapai target Asian Games 2018 dengan menempati posisi sepuluh besar klasemen perolehan medali. Hal itu diungkapkan pengamat olahraga Tommy Apriantono kepada CNNIndonesia.com.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap bisa menempati peringkat sepuluh besar dengan raihan 20 medali emas. Tommy pun sepakat, hal itu menjadi target realistis untuk Tim Merah Putih pada Asian Games ke-18 nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara teknis, dari Indonesia memungkinkan mencapai target di Asian Games. Karena, ada beberapa cabang olahraga yang bukan Olimpiade, seperti jetski, paragliding, dan panjat tebing," ujar Tommy.
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau SUGBK yang akan digunakan untuk Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Karena, kalau bukan cabor yang Olimpiade, pemerintah tidak ingin membiayai, seperti Asian Beach Games. Setahu saya, di Jepang, target mereka dari Olimpiade ke Olimpiade, Asian Games bagi Jepang hanya sasaran antara saja," Tommy menuturkan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) didampingi Staff Khusus Kementrian PUPR Firdaus (kedua kanan) mengendarai lori saat meninjau progres pembangunan LRT di Palembang. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) |
Tommy yang juga lulusan Institut Teknologi Bandung itu berharap, pembangunan venue yang berkejar-kejaran dengan waktu bisa rampung. Sampai dengan saat ini, baru empat tempat pertandingan yang telah selesai dan diresmikan Presiden Joko Widodo.
Begitu juga dengan infrastruktur lainnya semacam mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT) yang siap menunjang pelaksanaan Asian Games 2018. Pihak PT MRT Jakarta sendiri optimistis MRT bisa digunakan saat Asian Games 2018.
Sampai Desember 2017 lalu, Komite Olimpiade Asia (OCA) tidak mempermasalahkan hasil karya INASGOC, panitia penyelenggara Asian Games 2018. OCA pun ingin Indonesia tidak tergesa-gesa soal pembangunan atau renovasi venue, yang penting kualitas harus bagus.
Wisma atlet di Kemayoran sudah rampung 100 persen dan siap untuk pelaksanaan Asian Games 2018. (CNN Indonesia/ Hesti Rika) |
Fritz tidak menampik bahwa secara keseluruhan proses persiapan Indonesia dari infrastruktur cukup bagus. Hanya, dalam sisi branding, pemasaran, dan promosi dianggap masih kurang.
"Pertama, sangat terlambat, kedua, terlalu lama negosiasi dan minta beberapa pengecualian ke OCA, dan ketiga, tidak jelas pemosisian Indonesia sebagai negara penyelenggara," ucap Fritz.
Pada pertengahan Desember 2017 lalu, Wakil Presiden Kehormatan OCA, Wi Jizhong sempat menyatakan, persiapan INASGOC sejauh itu mengalami banyak penundaan. Karena itu juga, Jizhong menegaskan agar INASGOC melupakan tahap perencanaan atau persiapan.
Di mata OCA, Indonesia sudah menghabiskan waktu untuk tahap perencanaan dan persiapan selama dua tahun belakangan. Dan setelah itu, perubahan baru dirasakan OCA dalam persiapan Indonesia.
Mengenai penyelenggaraan, terutama yang bersifat teknis, Fritz pun tidak mempersoalkannya. Baik pihak induk cabor di level nasional maupun Asia sudah berpengalaman dalam hal ini.
Sekalipun Asian Games 2018 ini tidak terpusat di satu kota, tapi di Jakarta dan Palembang, serta sebagian yang berada di wilayah Jawa Barat.
Timnas Indonesia sempat mengalami perubahan target di Asian Games 2018, dari empat besar lalu ke-10 besar. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto) |
Kendati demikian, satu hal yang paling disorot mantan pengurus PSSI itu adalah, Indonesia tidak bisa memaksimalkan status sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Salah satunya dalam masalah pertumbuhan ekonomi.
"Asian Games belum membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui ekspor produk nasional. Selain itu, Indonesia juga belum memiliki basis pembinaan olahraga melalui ketersediaan pusat pelatihan nasional yang terintergrasi," Fritz menuturkan.
Pemerintah tidak saja meminta Indonesia sukses di Asian Games 2018 berdasarkan prestasi tetapi juga penyelenggaraan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Bahkan, Sekretaris Jenderal Dewan Olimpiade Nasional Singapura, Chris Chan, menilai hal ini akan menjadi tantangan untuk panitia penyelenggara. Dia pun yakin, Indonesia bisa menyelesaikannya dengan baik.
Menurut Chan, kemacetan di Jakarta sama seperti di Malaysia. Di mana jika pergi pada jam yang salah, maka bisa terjebak kemacetan.
Meskipun Syafruddin nantinya akan lebih banyak dekat dengan atlet sebagai CdM, tetapi posisinya sebagai pejabat bisa membuat Indonesia mudah berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengatasi masalah kemacetan, khususnya di Jakarta. (har)
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau SUGBK yang akan digunakan untuk Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) didampingi Staff Khusus Kementrian PUPR Firdaus (kedua kanan) mengendarai lori saat meninjau progres pembangunan LRT di Palembang. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Wisma atlet di Kemayoran sudah rampung 100 persen dan siap untuk pelaksanaan Asian Games 2018. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Timnas Indonesia sempat mengalami perubahan target di Asian Games 2018, dari empat besar lalu ke-10 besar. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Pemerintah tidak saja meminta Indonesia sukses di Asian Games 2018 berdasarkan prestasi tetapi juga penyelenggaraan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)