Syafruddin berkunjung ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Senin (8/1). Kunjungan itu juga tugas pertamanya setelah ditetapkan sebagai CdM Asian Games 2018.
Lihat juga:Persib Cetak Lima Gol di Dua Laga Uji Coba |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada semua yang terlibat, KONI, Kemenpora, KOI, ini bukan instruksi, saya hanya menyampaikan bulan ini harus selesai semua. Masalah administrasi dan operasional,” ucap Syafruddin di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Senin (8/1).
Syafruddin menegaskan ia akan meninjau persiapan pelatnas tiap cabor, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.
Syafruddin berharap anggaran Asian Games sudah rampung pekan ini. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Gaung Asian Games Masih Kurang
Syafruddin juga menggarisbawahi minimnya gaung Asian Games di tengah masyarakat Indonesia saat ini. Gegap-gempita Asian Games di awal 2018 masih kalah dengan sejumlah hal lainnya, termasuk kasus kriminal.
“Saya sangat miris setelah mendapatkan opininya (masyarakat) itu lebih tinggi tentang kasus pedofilia ketimbang Asian Games. Asian Games hanya tiga persen, lebih kecil dari pedofilia,” kata Syafruddin.
Ini bukan kali pertama Syafruddin berkecimpung di bidang olahraga. Ia pernah tiga tahun bekerja di KONI Pusat.
“Saya dua kali ikut persiapan SEA Games, yaitu 2011 di Indonesia dan Myanmar 2013. Terakhir di SEA Games Malaysia saya juga ikut membantu,” ucapnya.
“Banyak hal yang kami bicarakan (dengan Ketua KONI Pusat Tono Suratman), data-data, karena saya butuh data setelah ditunjuk menjadi CdM tiga minggu lalu. Saya perlu latar belakang agar bisa membayangkan (tugas dan strategi yang akan diterapkan),” Syafruddin menjelaskan. (ptr)
Syafruddin berharap anggaran Asian Games sudah rampung pekan ini. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah)