Islandia, Negara 334 Ribu Jiwa yang Mampu ke Piala Dunia

Arby Rahmat , CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 16:15 WIB
Islandia, Negara 334 Ribu Jiwa yang Mampu ke Piala Dunia Timnas Islandia, tim dengan negara berpenduduk 334 ribu jiwa yang mampu tampil di Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO / Haraldur Gudjonsson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak ada yang mustahil dalam dunia sepak bola. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk menembus turnamen level dunia.

Rupa-rupa rintangan macam kondisi geografis, politik, dan ekonomi suatu negara, belum tentu menyurutkan prestasi tim nasional mereka di kancah dunia. Setidaknya itu yang ditunjukkan Timnas Islandia kepada dunia.

Islandia adalah negara yang kecil dengan populasi sekitar 334 ribu jiwa saja. Tapi tidak banyak orang yang tahu kunci keberhasilan sepak bola mereka.

Dilansir dari The Guardian, selama 16 tahun Islandia telah berinvestasi dalam sistem pengembangan sepak bola. Dari usia tiga tahun, anak-anak Islandia sudah diperkenalkan dengan olahraga kulit bundar tersebut.

Mereka berlatih di lapangan dalam ruangan atau samping sekolah. Selalu dekat dengan sepak bola hingga 15 tahun kemudian, sistem pendidikan sepak bola mereka yang efektif menghasilkan sejumlah pemain yang bagus.

Islandia sendiri bersiap menjajal Timnas Indonesia, tim dari negara yang memiliki penduduk lebih dari 200 juta jiwa, di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (14/1).

Berikut beberapa faktor yang menjadikan Islandia saat ini sebagai salah satu tim papan atas di Eropa.

Inovasi Infrastruktur Sepak Bola

Hingga abad ke-21, hanya segelintir pesepakbola Islandia yang berkelana ke luar negeri untuk bermain di kompetisi Eropa. Sebelum Eidur Gudjohnsen yang pernah bermain di klub-klub besar Eropa seperti Barcelona dan Chelsea, ada Asgeir "Sigi" Sigurvinsson yang meramaikan kompetisi sepak bola Jerman pada 1981-1990.

Asosiasi Sepak bola Islandia (KSI) sebagian besar berisi mantan pemain sepak bola Islandia, termasuk Sigurvinsson. Mereka yang berkecimpung di dunia sepak bola Islandia, menyadari betul tantangan dalam mengembangkan olahraga tersebut.

Masyarkat Islandia mesti terbiasa hidup di cuaca dingin bersuhu tiga derajat Celcius, atau tak jarang lebih rendah dari itu. Karena cuaca yang ekstrem, aktivitas hidup mereka kebanyakan dilakukan di dalam ruangan.
Federasi Sepak Bola Islandia (KSI) bersama pemerintah negara itu membuat terobosan infrastruktur sepak bola. (Federasi Sepak Bola Islandia (KSI) bersama pemerintah negara itu membuat terobosan infrastruktur sepak bola. (REUTERS/Michael Kooren)
Dengan kondisi tersebut, bermain sepak bola di luar sama saja cari perkara. Apalagi di era Sigurvinsson, sulit mendapat lapangan sepak bola terbuka yang berkualitas. Kebanyakan lapangan dipenuhi kerikil akibat angin kencang dan hujan badai.

Namun, mereka menyadari perlu sebuah langkah maju untuk bersaing dengan elite sepak bola, khususnya di Eropa, dengan memperbaiki infrastruktur olahraga. KSI membuat rencana untuk membangun 'rumah sepak bola' yang pertama kali dibuat pada 2000 di Keflavik, sebuah daerah dekat bandara internasional.

"Hasilnya lebih cepat dari yang kami harapkan. Setelah membangun rumah [sepak bola] pertama, semua orang melihat ada kemungkinan yang baik atas dibangunnya fasilitas tersebut," kata Presiden KSI, Geir Thorsteinsson, pada 2016.

Rumah sepak bola itu berisikan lapangan sepak bola, dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang ganti, pelatihan medis, dan bangku penonton. Setelah sukses membangun Keflavik, rumah sepak bola di Islandia secara besar-besaran dibangun.

Pembangunan rumah tersebut pun menggerakkan ekonomi lokal. Hingga Januari 2016, Islandia memiliki 11 rumah sepak bola dan sampai sekarang jumlah tersebut terus bertambah.

Rasio Ideal Jumlah Pelatih dan Pemain

Di saat yang sama, KSI meningkatkan tingkat kualitas pelatih lokal. Pada 1990-an, pendidikan sepak bola di Islandia kebanyakan dilakukan orang tua dengan pengetahuan yang terbatas tentang olahraga permainan tersebut. Akan tetapi ketika Sirguvinsson kembali dari luar negeri, masyarakat Islandia semakin mengerti bahwa untuk dapat berkarier di sepak bola tertinggi butuh pelatih usia muda yang berpengalaman.
Islandia, Negara 334 Ribu Jiwa yang Mampu ke Piala DuniaDengan penduduk berjumlah sekitar 334 ribu jiwa, Islandia memiliki 184 pelatih Lisensi UEFA A dan 594 pelatih Lisensi UEFA B. (Reuters/John Sibley)
Pada 2006, Islandia gencar mendorong pelatih lokal untuk mendapat lisensi UEFA A dan B. Data terakhir pada 2016, Islandia memiliki 184 pelatih berlisensi UEFA A dan 594 pelatih berlisensi B. Dengan kata lain, untuk setiap 500 pemain Islandia, kurang lebih dilatih seorang pelatih berlisensi UEFA.

Sebagai perbandingan, Inggris hanya memiliki 5.000 pelatih berlinsensi UEFA B dengan populasi penduduk kurang lebih 53 juta jiwa. Atau dengan kata lain, satu pelatih berlisensi UEFA untuk 10.000 pemain.

Negara Terkecil di Piala Dunia

Setelah perjalanan panjang pengembangan sepak bola, tim berjulukan Strakarnir Okkar itu akhirnya mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kepastian itu didapat setelah Islandia menang atas Kosovo dengan skor 2-0 di Laugardalsvoellur pada 9 Oktober 2017.

Di akhir penyisihan grup, Islandia mengumpulkan 22 poin dalam kualifikasi UEFA Grup I, unggul dua angka atas Kroasia yang ada di posisi kedua. Dari sepuluh kali pertandingan kualifikasi Grup I, timnas Islandia menang tujuh kali, seri sekali dan dua kali kalah.
Timnas Islandia salah satu negara kecil yang mampu lolos ke Piala Dunia 2018. (Timnas Islandia salah satu negara kecil yang mampu lolos ke Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO / Haraldur Gudjonsson)
Kepastian lolos ke Piala Dunia 2018 membuat mereka bisa melanjutkan cerita kejutan mereka. Sebelumnya Islandia pun mengejutkan dunia sepak bola setelah tampil apik dan mampu bertahan hingga babak perempat final Piala Eropa 2016.

Dikutip dari situs resmi FIFA, Islandia merupakan negara dengan populasi terkecil yang mampu bermain di putaran final Piala Dunia 2018. Negara terkecil sebelumnya yang pernah mencapai putaran final adalah Trinidad and Tobago, pada 2006, dengan jumlah 1,3 juta penduduk. Angka itu tentu masih jauh lebih besar dari Islandia yang hanya memiliki populasi 334 ribu penduduk. (bac/har)