Ketum PSSI Sindir Absennya Menpora dan Ketum KONI di Kongres

Titi Fajriyah , CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 17:46 WIB
Ketum PSSI Sindir Absennya Menpora dan Ketum KONI di Kongres Dalam sambutannya, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menyentil absennya Menpora, Imam Nahrawi dan Ketua Umum KONI, Tono Suratman. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tangerang Selatan, CNN Indonesia -- Ketua Umum (Ketum) PSSI, Edy Rahmayadi, secara resmi membuka Kongres Tahunan 2018 di Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1). Edy memukul gong sebanyak lima kali sebagai tanda pembukaan yang juga melambangkan pancasila.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman tidak terlihat hadir dalam pembukaan kongres yang dimulai sejak pulul 11.00 WIB tersebut.

Keberadaan Menpora diwakili Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana. Sedangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat diwakili Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga dan Pembinaan Organisasi, Suwarno.

Melihat kondisi itu, Edy Rahmayadi pun tidak kuasa memberikan komentar usil buat dua stakeholder olahraga nasional yang tidak hadir itu.
Menpora, Imam Nahrawi, diwakili Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana. Menpora, Imam Nahrawi, diwakili Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
“Tolonglah Pak Warno (Suwarno, Wakil Ketum KONI), salam buat Ketum KONI. Tolonglah Pak Deputi, salam buat Menpora. Datang kalo PSSI buat acara. Jangan kalau pas kalah marah-marah. Sampaikan itu, kalau tidak bapak berdosa,” ujar Edy dalam penutup sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Edy juga mengaku kondisi sepak bola Indonesia saat ini menyedihkan dan tidak seharusnya terjadi. Setahun menjadi Ketua Umum PSSI, Edy juga mengatakan agak sulit untuk bisa mengubah kondisi sepak bola Indonesia.
Sepak bola Indonesia perlu banyak perubahan di masa mendatang.Sepak bola Indonesia perlu banyak perubahan di masa mendatang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya pikir tahun lalu, sebelum menjadi Ketua Umum PSSI, saya yakin tidak mungkin tidak bisa. Setelah menjadi ketua umum, saya juga tidak tahu letak kesalahannya,” ucap Edy.

Sementara, Suwarno justru mengapresiasi langkah PSSI menggelar Kongres Tahunan.

"Ini keguatan yg sangat penting dan sngat strategis. Untuk 2018 PSSI menjadi yg terdepan menggelar rapat anggota dibandingkan dengan cabang lain. Ini merupakan semangat baru yang sangat dinamis," kata Suwarno. (sry)