Meski Keylor Navas tampil cukup apik menjaga gawang Real Madrid, Los Blancos masih terus berusaha mencari penjaga gawang tangguh untuk jadi benteng pertahanan mereka. Setelah misi merekrut David de Gea sulit diwujudkan, Courtois jadi alternatif incaran Madrid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika ada kesempatan, maka saya selalu berusaha kembali ke Spanyol meski terkadang hal itu sulit. Hati saya ada di Madrid dan pernyataan itu sangat logis dan mudah dipahami," kata Courtois.
Thibaut Courtois meraih nama besar saat berkostum Atletico Madrid. (Foto: REUTERS/Eddie Keogh) |
"Atletico adalah kumpulan teman-teman terbaik. Kami sering pergi bersama dan mereka mengajarkan saya bahasa yang sama sekali tidak saya pahami ketika datang."
"Begitu saya pergi, saya menangis. Hari-hari pertama di London tidaklah mudah. Di London lebih dingin dan terlihat lebih sibuk. Sekarang, saya sudah merasa lebih baik di sini," tutur Courtois.
Courtois mengaku rumor yang beredar tentang dirinya bakal ke Real Madrid adalah sebuah hal yang biasa dalam dunia sepak bola.
"Saya memahami rumor tentang kiper baru Real Madrid. Namun saya tak terlalu memerhatikan hal itu dan lebih memilih fokus bersama Chelsea," ujar Courtois. (ptr)
Thibaut Courtois meraih nama besar saat berkostum Atletico Madrid. (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)